Ketua RT Gen Z di Jakarta Utara

Dikira Cuma Modal Gaya,Ketua RT Gen Z di Jakut Balik Bungkam Warga Lewat Program yang Langsung Viral

Awalnya dianggap cuma modal gaya diremehkan warga karena usianya masih 19 tahun, Ketua RT Gen Z di Jakarta Utara ini sukses membungkam kritik warga.

Editor: Wahyu Septiana
Kolase Tribun Jakarta/Gerald Leonardo Agustino/Kompas.com, Hafizh Wahyu Darmawan
SOSOK KETUA RT GEN Z - Sahdan Arya Maulana, pemuda 19 tahun yang menjabat sebagai ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Awalnya dianggap cuma modal gaya diremehkan warga karena usianya masih 19 tahun, Ketua RT Gen Z di Jakarta Utara ini sukses membungkam kritik warga. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Awalnya dianggap cuma modal gaya dan diremehkan warga karena usianya masih 19 tahun, Ketua RT Gen Z di kawasan Jakarta Utara ini sukses membungkam kritik warga.

Sosok Ketua RT muda itu diketahui bernama Sahdan Arya Maulana (19).

Ia dipercaya oleh warga sekitar memimpin wilayah menjadi Ketua RT 07 RW 08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Tanpa banyak bicara, ia membuktikan kemampuannya lewat sederet program mandiri yang kini viral di media sosial.

Program yang dijalankan tak mengandalkan bantuan pemerintah.

Ketua RT muda ini justru jadi inspirasi baru di lingkungannya.

Jauh sebelum programnya kini viral, Sahdan Arya mempunyai kenangan tak menyenangkan saat pertama kali bertarung menjadi Ketua RT.

Warga sekitar sempat meragukan kepemimpinannya karena dianggap sangat muda dan minim pengalaman. 

SOSOK KETUA RT GEN Z - Sahdan Arya Maulana, pemuda 19 tahun yang menjabat sebagai ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.
SOSOK KETUA RT GEN Z - Sahdan Arya Maulana, pemuda 19 tahun yang menjabat sebagai ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

“Sebenernya enggak expect juga ya. Di sini juga kan banyak yang remehin,"  ujar Sahdan dikutip dari Kompas.com, Senin (14/7/2025).

"Kayak anak muda bisa apa. Anak baru lahir kok mau memimpin. Diremehin oranglah,” sambungnya.

“Ya ada yang seneng, ada yang enggak suka juga. Ya begitulah manusia ya kan. Ada pro kontra,” imbuhnya. 

Pembuktian pertama dilakukan saat Sahdan berhasil mengalahkan pesaingnya.

Ia berhasil mengumpulkan suara terbanyak dibanding lawannya.

“Jalur voting kita. Kemarin juga sempat ada lawannya. Terus juga hasil suaranya ya sangat jauh sekali. Lawannya 17, saya 126. Jadi kayak 1 banding 10 gitulah,” katanya.

Sahdan mengaku pencalonannya sebagai Ketua RT didorong oleh keinginan untuk terlibat aktif membangun lingkungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved