Ketua RT Gen Z di Jakarta Utara

Dikira Cuma Modal Gaya,Ketua RT Gen Z di Jakut Balik Bungkam Warga Lewat Program yang Langsung Viral

Awalnya dianggap cuma modal gaya diremehkan warga karena usianya masih 19 tahun, Ketua RT Gen Z di Jakarta Utara ini sukses membungkam kritik warga.

Editor: Wahyu Septiana
Kolase Tribun Jakarta/Gerald Leonardo Agustino/Kompas.com, Hafizh Wahyu Darmawan
SOSOK KETUA RT GEN Z - Sahdan Arya Maulana, pemuda 19 tahun yang menjabat sebagai ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Awalnya dianggap cuma modal gaya diremehkan warga karena usianya masih 19 tahun, Ketua RT Gen Z di Jakarta Utara ini sukses membungkam kritik warga. 

Program Ketua RT Gen Z Viral

Setelah terpilih, ia langsung bergerak menangani persoalan jalan rusak akibat dilintasi truk urukan. 

Pengecoran jalan dilakukan beberapa hari setelah kejadian, dengan anggaran Rp 23 juta dari swadaya pengurus RT.

"Ya, memang sebelumnya dari program saya itu kan pengecoran, pembangunan dan juga awalnya itu memang saya melakukan pengecoran itu rencana sebulan ke depan," kata Sahdan Arya saat ditemui di lokasi, Minggu (13/7/2025).

"Tapi karena saat itu ada kejadian truk terguling di situ. Dan sehingga mengakibatkan jalan hancur, maka malam itu kita perbaiki langsung," jelasnya.

Jalan permukiman yang diperbaiki itu berlokasi di Jalan Kelapa Hijau, RT 07 RW 08 Rawa Badak Selatan.

SOSOK KETUA RT GEN Z - Sahdan Arya Maulana, pemuda 19 tahun yang menjabat sebagai ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO).
SOSOK KETUA RT GEN Z - Sahdan Arya Maulana, pemuda 19 tahun yang menjabat sebagai ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO). (Tribunjakarta/Gerald Leonardo)

Menurut Sahdan, perbaikan berupa pengecoran jalan yang rusak sepanjang 100 meter itu hasil swadaya masyarakat.

Merogoh kocek Rp 20 juta, biaya perbaikan jalan dihasilkan dari patungan warga dan biaya operasional sebagai RT yang sama sekali tak digunakannya untuk hal lain.

"Ada yang sebagian dari swadaya dan dari kita. Nah dari kita itu, biaya operasional kita itu semua kita alihkan ke pembangunan semua. Jadi kita selama dua bulan ini tidak pernah ngambil biaya BOP sepeserpun," ucap dia.

Kini, Sahdan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para penasihat dan tokoh sesepuh lingkungan.

Ia mengaku memasang target agar seluruh infrastruktur wilayah RT-nya bisa tertata dalam lima tahun ke depan. 

“Kalau saya sih bisa bantu ya, lima tahun ke depan nanti kita insya Allah kita cor semua sampai ujung. Dengan dana dari pengurus. Kalau bisa kita nanti dikumpulin. Setiap bulan kita kumpulin buat ngecor,” katanya.

Ia juga memastikan, kegiatan RT tidak membebani warga. Iuran yang dipungut hanya sebesar Rp 10.000 per bulan dan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan sosial, seperti bantuan bagi warga sakit atau meninggal dunia.

“Iuran warga ini cuma dipergunakan untuk uang keamanan. Kalau ada orang sakit, kita kasih dana mereka Rp 200.000. Kalau yang meninggal, kita kasih Rp 500.000. Itu uang iuran warga itu cuma kita lokasikan ke situ doang. Enggak ke yang lain,” jelasnya.

(TribunJakarta/Kompas.com)

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved