"Ngawur" Firdaus Oiwobo Balas Sindiran Islah Bahrawi yang Soroti Batu Akik Saat Temui Jokowi
Pendiri Ormas Termul, Firdaus Oiwobo membalas sindiran Islah Bahrawi. Aktivis NU salfok saat Firdaus bertemu Jokowi di Solo.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pendiri Ormas Termul, Firdaus Oiwobo membalas sindiran Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi.
Islah Bahrawi sempat menyoroti pertemuan Firdaus Oiwobo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo pada Jumat 22 Agustus 2025.
Firdaus melihat ucapan Islah dalam mengomentari pertemuan dirinya dengan Jokowi.
"Ini manusia kurang piknik dan kurang gaul,makanya om omongannya ngawur tanpa dasar,mau jadi tokoh tapi memalukan," kata Firdaus Oiwobo dikutip dari unggahan instagram pribadinya @m.firdausoiwobo_sh, Selasa (26/8/2025).
Firdaus sempat mengunggah foto pertemuannya dengan Jokowi melalui akun instagram pribadinya.
Pengacara kontroversial itu melihat Islah Bahrawi mirip orang yang mengalami stres akut. Ia pun heran Islah dianggap sebagai tokoh.
"Di zaman sekarang masih ada aja orang model begini di anggap tokoh hahahahhahaa, negara memang lagi tidak baik baik saja," imbuhnya.
Disindir Islah
Islah Bahrawi sempat menyoroti pertemuan Firdaus Oiwobo dengan Jokowi di Solo itu.
"Semakin ke sini, mantan presiden makin ke sono. Dia mulai ikhlas didatengin dagelan bocor kayak gini. Ini yang namanya pertemuan gak sengaja di gang buntu. Sama-sama kesasar," kata Islah dikutip dari akun X pribadi terverifikasi @islah_bahrawi, Selasa (26/8/2025).
Islah pun menyoroti penampilan Firdaus Oiwobo saat bertemu Jokowi.
Tampak, Firdaus mengenakan seragam militer Komandan Pusat Resimen Pembasmi.
Firdaus juga memakai baret bintang lima duduk disamping Jokowi.
"Salfok gua ama seragam dan batu akiknya. Orang ini nampaknya udah gada obat," ucap Islah.
Sosok Islah Bahrawi
Islah Bahrawi merupakan sosok aktivis Nahdlatul Ulama (NU).
Saat ini ada menjabat sebagai Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI).
Selain itu, Islah Bahrawi juga menjadi tenaga ahli Mabes Polri.
Dalam siaran langsung, Islah mengakui bahwa kakek dan ayahnya adalah seorang kiai atau tokoh agama di Madura, Jawa Timur.
Namun, ia menolak dipanggil "gus" seperti kebanyakan anak-anak kiai lainnya.
Hal ini juga dituliskannya pada bio akun media sosial X (dulunya Twitter) miliknya @islah_bahrawi.
"Bukan Gus, apalagi Kyai. Cuitan pribadi, dan tak biasa basa basi. Penikmat baca, musik, kopi & kretek. Bukan pengurus PBNU tapi Nahdliyin organik sejak lahir," tulis Islah di akun X pribadinya.
Islah Bahrawi menulis beberapa buku diantaranya berjudul Hak Asasi Manusia dalam Pandangan Nurcholish Madjid dan Intoleransi dan Radikalisme Kuda Troya Politik dan Agama.
Biodata Islah Bahrawi
Mengutip laman duniasantri.com, Islah Bahrawi lahir di Bangkalan, Madura, pada 21 April 1971.
Ia merupakan putra dari pasangan H Bahrawi Qorib dan Hj Faizah Zayyadi.
Riwayat pendidikan
Islah memulai pendidikan dasar di SDN Kranggan Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan, tahun 1977.
Kemudian pada jenjang menengah, Islah bersekolah di SMPN 1 Blega dan melanjutkan di SMAN 2 Bangkalan.
Saat duduk di bangku SMA, Islam Bahrawi mulai mondok di Pondok Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil, Demangan.
Islah tinggal bersama sang kakek, semenatar kedua orangtuanya di Jakarta masif mendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Setelah lulus SMA di tahun 1989, Islah menyusul kedua orangtuanya ke Jakarta.
Islah melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra Universitas Nasional (Unas) sambil bekerja sebagai wartawan Suara Pembaharuan selama 2,5 tahun. (TribunJakarta.com/Surya.co.id)
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.