DPRD DKI Soroti Kesehatan Hewan, Kuda Pekerja Butuh Vaksin Tetanus

DPRD DKI mendorong Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta memperhatikan kesejahteraan kuda pekerja di ibukota.

Tayang:
Editor: Wahyu Septiana
Dok DDJP
VAKSIN UNTUK KUDA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo. DPRD DKI mendorong Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta memperhatikan kesejahteraan kuda pekerja di ibukota. 

TRIBUNJAKARTA.COM - DPRD DKI mendorong Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta memperhatikan kesejahteraan kuda pekerja di ibukota.

Menurut Anggota Komisi B Francine Widjojo, masyarakat banyak memelihara kuda pekerja dengan kondisi ekonomi terbatas dan butuh dukungan pemerintah.

“Kami ingin Pemprov memberikan atensi pada kuda pekerja, karena mereka dipelihara oleh orang-orang yang secara ekonomi masih membutuhkan bantuan,” ujar Francine, Selasa (28/10/2025).

Ia mengusulkan, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran khusus untuk vaksin tetanus bagi kuda pekerja pada 2026.

Sebab, penyakit tetanus termasuk penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

“Tetanus merupakan penyakit hewan menular yang bisa berpindah ke manusia. Maka sudah seharusnya mendapat prioritas vaksin yang sama dengan vaksin rabies,” ucap Francine.

Francine menegaskan, pemberian vaksin untuk kuda pekerja menjaga kesehatan hewan juga melindungi masyarakat.

Apalagi di sejumlah kawasan wisata Jakarta, seperti Monas dan Kota Tua, masih banyak penggunaan kuda pekerja untuk kendaraan wisata delman.

Pencegahan penyakit lewat vaksin tetanus kuda pekerja demi keamanan bersama. 

Kesejahteraan hewan kuda dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada profesi penarik delman semakin terjamin.

“Tujuannya bukan hanya agar kuda pekerja tetap sehat, tapi juga manusia di sekitarnya terhindar dari potensi penyakit tetanus,” pungkas Francine.

Berita Terkait

Baca juga: Pengecekan Pohon Tua di Jakarta Jadi Prioritas, Antisipasi Tumbang di Musim Penghujan

Baca juga: Pemprov DKI Kaji Tarif Transjakarta Naik hingga Rp7.000, Gubernur Pramono: Subsidi Terlalu Berat 

Baca juga: DLH Jakarta Mau Tindak Tegas Pembakar Sampah, Bisa-bisa Wajahnya Dipampang di Tempat Umum

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved