Percaya Diri dan Pantang Menyerah, Alumni SLB 02 Jakarta Kini Berkarier di Alfamart
Menghadapi keterbatasan bukan sebagai hambatan, mereka justru membuktikan kemampuan dengan berhasil berkarier di Alfamart.
TRIBUNJAKARTA.COM - Percaya diri dan pantang menyerah menjadi kunci bagi sejumlah alumni SLB 02 Jakarta untuk menembus dunia kerja.
Menghadapi keterbatasan bukan sebagai hambatan, mereka justru membuktikan kemampuan dengan berhasil berkarier di Alfamart.
Langkah ini tak hanya membuka peluang baru bagi diri mereka, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa kesempatan kerja inklusif semakin nyata di tengah masyarakat.
Tiga alumni yang sukses menembus dunia kerja di Alfamart adalah Royhan (31), Rifki (29) dan Reza (25).
Ketiga menyempatkan berbagi cerita dan pengalamannya selama bekerja di Alfamart kepada siswa SLB 02 Jakarta, pada Jumat (21/11/25).
Royhan dan Rifki membaur dan tersenyum kepada adik-adik mereka. Keduanya penyandang tuna rungu wicara yang kini bekerja di Alfamart.
Mereka berbagi perjalanan hidup yang tidak selalu mudah, namun penuh harapan.
Dibantu dengan tim Alfamart dan Juru Bahasa Isyarat yang membuka sesi Royhan untuk menjelaskan keraguan, apakah dirinya punya ruang di dunia kerja, mampukah bersaing.
Kekhawatiran itu terjawab dan tidak dijadikan masalah, setelah ia diberikan saran oleh kepala sekolah saat itu untuk mencoba di Alfamart.
"Saya bertanya kepada kepala sekolah, apakah bisa Alfamart menerima saya. Namun kepala sekolah menjawab dengan di coba saja, pasti bisa selama mampu," ujar Royhan melalui juru bahasa isyarat yang berada di sisi meja kegiatan Alfability menyapa.
Di ruangan itu, sejumlah siswa tampak mengangguk pelan, bukan hanya mendengarkan, tetapi merasakan kegelisahan yang sama.
Namun keraguan itu seketika berubah ketika Royhan mengungkapkan bahwa ia sudah delapan tahun bekerja sebagai karyawan Alfamart sebagai picker warehouse.
Menambahkan cerita dari Royhan, Rifki yang juga sudah bekerjsa selama delapan tahun menceritakan tantangan yang dihadapi saat pertama bekerja di Alfamart.
"Kesulitan yang dihadapi pertama adalah saat sesi pengarahan dari kepala warehouse dalam bekerja, namun hal itu tidak berlangsung lama, karena setelah itu kita diberikan pengarahan langsung sendiri sampai seterusnya sekarang tidak ada hambatan lagi," tambahnya.
Selain itu Reza penyandang tuna daksa juga menceritakan masuk ke Alfamart. Pengalamannya sama dengan Royhan dan Rifki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/slb-2-jakarta-kerja.jpg)