DPRD DKI Jakarta Fokus Atasi Penanggulangan Sampah

DPRD menilai, persoalan sampah menjadi tantangan besar. Seiring tingginya aktivitas dan pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan.

Istimewa
TINAJAU RDF - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meninjau Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitme untuk terus mendorong pemerintah daerah memperkuat upaya penanggulangan sampah di ibukota. 

DPRD menilai, persoalan sampah menjadi tantangan besar. Seiring tingginya aktivitas dan pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan.

Melalui berbagai rapat dan pembahasan kebijakan, DPRD mendorong pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan sampah secara terpadu. 

Mulai dari pengurangan sampah di sumber, penguatan program daur ulang, hingga optimalisasi fasilitas pengolahan sampah

Selain itu, DPRD juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, pengelolaan sampah di Jakarta dapat berjalan lebih efektif. 

Dengan demikian, lingkungan kota menjadi lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh warga.

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengatakan, Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta di Rorotan bagian dari solusi permanen untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Bantargebang.

“Produksi sampah Jakarta mencapai sekitar 8.700 ton per hari. Perlu solusi permanen,” ujar Khoirudin usai meninjau RDF Plant Jakarta di Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (11/3).

Teknologi RDF dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap Bantargebang. "Salah satu solusinya adalah RDF. Sehingga tidak semua sampah dibuang ke Bantargebang," kata dia.

DPRD juga perlu memastikan fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar dapat berfungsi optimal. RDF Rorotan harus beroperasi secara maksimal. Namun tetap memperhatikan kesepakatan sosial dengan warga sekitar.

"Saya datang untuk memastikan anggaran triliunan yang telah disetujui benar-benar memberi manfaat," ungkap Khoirudin.

RDF Rorotan dirancang memiliki kapasitas input hingga 2.500 ton sampah per hari. Perkiraan, mampu mengurangi sekitar 30 persen volume sampah ke Bantargebang.

Khoirudin juga menilai, perlu pembangunan fasilitas pengolahan seperti RDF di beberapa titik. Dengan begitu, Jakarta punya sistem pengelolaan sampah yang lebih aman dan berkelanjutan.

"Kalau fasilitas seperti ini ada di beberapa lokasi, tentu bisa menjadi solusi permanen," tutur dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved