Namun pernyataan itu langsung ditepis oleh Slamet Maarif.
Slamet Maarif justru menyebut bahwa dirinya dan Kapitra Ampera memiliki pandangan politik yang berbeda.
Meski demikian, dirinya tetap menganggap Kapitra Ampera sebagai saudara.
• Malam ini Kawasan Monas Dibuka untuk Peserta Reuni Akbar 212 yang Ingin Menginap
• Demi Lindungi Hak Anak, KPAI Imbau Orangtua Tak Bawa Anak ke Reuni Akbar 212
"Jadi tetap punya pandangan politik yang berbeda, Bang Kapitra langsung terjun ke dunia politik praktis.
Kalau saya engga.
Hanya beda pilhan saja, tapi walau beda pilihan tetap bersaudara bagi kami.
Sehingga di acara besok itu tidak ada yang gembok kunci.
Cuma saya ingatkan ke Bang Kapitra siapapun yang hadir tetap harus jaga dirinya, jaga ketertiban, jaga keamanan," tuturnya.
Kesepakatan panitia reuni 212
Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif memastikan bahwa aksi Reuni Akbar 212 yang akan digelar Minggu (2/12/2018) besok tidak akan ada unsur politik.
Untuk meyakinkan publik, Slamet Maarif pun menjelaskan ada beberapa hal yang telah disepakati pihak panitia Reuni Akbar 212.
Beberapa kesepakatan tersebut di antaranya adalah tidak diperkenankannya peserta Reuni Akbar 212 memakai atribut partai politik.
Peserta Reuni Akbar 212, kata dia, diperkenankan membawa bendera merah putih atau Bendera Tauhid.
Bila ditemukan peserta Reuni Akbar 212 yang melanggar aturan tersebut, lanjutnya, maka pihaknya tak segan akan mengamankan yang bersangkutan.
• Polisi Siap Amankan Peserta Reuni 212 Berangkat dari Wilayah Jakarta Selatan
• Pengamat Komunikasi Politik Sebut Reuni 212 Bukan Sekedar Romantisme
Hal itu disampaikan Slamet Maarif dalam acara Talkshow TVone, Jumat (30/11/2018).
"Ada aturan main yang kami sepakati di panita bahwa Minggu besok itu siapapun dia tak boleh bawa, memakai atribut parpol, capres mananupun itu.