Pilpres 2019

Adian Sebut Prabowo Tidak Bisa Masuk Gorong-gorong Karena Ini, Dahnil Anzar Langsung Bereaksi

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Erik Sinaga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu dengan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso dalam diskusi Adu Kuat Kampanye: Adu Angka Adian vs Mardani di Trans 7.

Tapi kalau lebih genuine, lebih jujur menyampaika, kita hormati," kata Priyo Budi Santoso.

Saat Adian Napitupulu mendapatkan kesempatan menjelaskan, pernyataan dirinya mengocok perut Priyo Budi Santoso dan Mardani Ali Sera.

"Yang genuine itu ya Jokowi atuh abang. Kalau dia bisa masuk gorong-gorong karena dia badanya ramping, kalau Prabowo ngga bisa. Iya dong, itu pertama," kata Adian.

Jawaban Adian tersebut membuah seluruh penonton Mata Najwa riuh.

Politikus PKS Mardani Ali Sera dalam diskusi Adu Kuat Kampanye: Adu Angka Adian vs Mardani di Trans 7. (ISTIMEWA/Tangkap layar Youtube Mata Najwa)

Dahnil Anzar Simanjuntak yang hadir keberatan dengan pernyataan Adian Napitupulu.

"Ini body shaming. Ngga pas gitu lho, anda itu kan intelektual kok mainnya fisik, yang intelektual dong," kata Dahanil Anzar Simanjuntak.

Adian Napitupulu lalu menambahkan bahwa blusukan yang dilakukan Presiden Soeharto dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Tidak mungkin 30 tahun Soeharto berkuasa kalau TV-nya cuma satu. Kalau mau bikin berita berbeda TV-nya dibredel, artinya kita harus pakai contoh apple to apple dengan sekarang," kata Adian Napitupulu.

"Boleh anda tidak suka, tapi prestasi ayo kita belajar hargai. Kalau tidak itu berbahaya kita sebarkan kebencian demi kebencian," kata Adian Napitupulu.

Dalam tayangan tersebut, Adian Napitupulu juga berdebat panjang dengan Mardani Ali Sera.

Adian Napitupulu dan Mardani Ali berdebat mengenai pembangunan infrastruktur di Papua.

Adian Napitupulu menuturkan beberapa hal pembangunan di Indonesia Timur yang telah dijalankan oleh capres nomor urut 01, Joko Widodo.

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf itu mengatakan, harga bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta dan Papua telah sama pada era Joko Widodo.

Bahkan, Indonesia di kepemimpinan Joko Widodo juga telah mengambil alih saham mayoritas PT Freeport Indonesia untuk masyarakat Papua.

"Apa maksudnya kemudian negara harus bertarung melawan corporate Amerika untuk mengambil alih freeport? Itu semua untuk Papua," tutur Adian Napitupulu yang disambut tepuk tangan penonton.

Halaman
123

Berita Terkini