Guru Pukuli Murid di Depan Umum

Lihat Video Anaknya Alami Kekerasan oleh Guru, Asmat Syok: Sekolah untuk Belajar, Bukan Dipukulin

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Kurniawati Hasjanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orang tua salah satu korban, Asmat Rahman mengaku tak kuat saat melihat video pemukulan yang viral itu.

"Saya sempat syok juga itu, saya enggak lihat sampai abis," ucap Asmat.

"Saya juga orang emosional," imbuhnya.

Sambil menarik napas, Asmat mengungkapkan seharusnya sekolah adalah tempat untuk belajar.

"Gimana ya sekolah kan untuk belajar, bukan untuk dipukuli," kata Asmat.

Ketika 3 Pembully Siswi SMP di Purworejo Tak Ditahan, Kepala Sekolah Harap Damai: Namanya Anak Iseng

Dengan terbata Asmat mengaku sangat kaget atas kejadian pemukulan itu.

Ia mengaku sejak kecil tak pernah sekalipun memukul sang putra.

"Saya syok, soalnya dari kecil saya enggak pernah main tangan," kata Asmat.

Bahkan hingga saat ini, Asmat mengatakan belum bertanya kepada putranya terkait peristiwa pemukulan itu.

Shandy Aulia Unggah Foto Kelahiran Anak Pertamanya, Sederet Rekan Artis Ucapkan Selamat

Hal tersebut lantaran dirinya takut emosinya meledak.

"Belum, saya takut emosional," ucap Asmat.

"Pas diundang sama TV One, baru saya lihat full, parah kan ternyata, awalnya saya enggak mau lihat, kasihan," imbuhnya.

SIMAK VIDOENYA:

3 Pembully Siswi SMP di Purworejo Tak Ditahan, Kepala Sekolah Berharap Damai: Namanya Anak Iseng

 

 

Siswa yang Dipukuli Dikenal Anak Baik

Dua orang siswa berinisial R dan A menjadi korban penganiayan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, I.

R dan A diketahui merupakan siswa di sebuah SMA Negeri di Kota Bekasi.

Diwartakan TribunJakarta.com video penganiayaan tersebut viral di media sosial, pada Selasa, (11/2/2020).

Halaman
1234

Berita Terkini