Guru Pukuli Murid di Depan Umum

Lihat Video Anaknya Alami Kekerasan oleh Guru, Asmat Syok: Sekolah untuk Belajar, Bukan Dipukulin

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Kurniawati Hasjanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orang tua salah satu korban, Asmat Rahman mengaku tak kuat saat melihat video pemukulan yang viral itu.

Pada rekaman video, terlihat sejumlah siswa tengah berkumpul di halaman sekolah dengan didampingi sejumlah guru yang nampak berdiri di hadapan mereka.

TONTON JUGA

Satu orang siswa terlihat sedang dipukuli oleh I.

Dia nampak tidak berdaya ketika beberapa pukulan mendarat di badan hingga kepalanya.

Terdengar juga suara bentakan dari sang guru yang terdengar dalam video itu.

Didatangi TribunJakarta.com, Irna Tiqoh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, menjelaskan, kejadian itu dipicu akibat adanya keterlambatan sejumlah siswa.

Ingin Makan Ini Setelah Bebas dari Bui, Nikita Mirzani Rela Keluarkan Rp 6 Juta: Uang Bisa Dicari

TONTON JUGA

"Jadi yang berkumpul di halaman sekolah itu adalah siswa yang terlambat, ada 72 siswa putra dan ada 100 siswa putri yang telat hadir," kata Irna.

"Intinya teman-teman kita (guru) itu ingin mendisiplinkan anak-anak, cuma caranya aja yang kurang tepat, kami juga kemarin merasa kecolongan," tegas dia.

Meski terdapat ratusan siswa yang sedang menjalani hukuman, dia memastikan hanya dua orang yang benar-benar menjadi korban pemukulan.

"Hanya dua saja (yang dipukul), R sama A dua-duanya kelas 12," kata Irna.

Aksi kekerasan ini tentu membuat nama besar sekolah tercoreng, apalagi video detik-detik pemukulan viral di media sosial.

Lucinta Luna Tak Digabung dengan Tahanan Pria Demi Hindari Ini, Polisi: di Ruang Khusus Sendirian

Biasanya kata dia, hukuman untuk siswa yang terlambat berupa baris berbaris serta diberikan wejangan-wejangan agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Biasanya kalau saya sih sampaikan wejangan-wejangan, kenapa sih kamu terlambat? Kalau terlambat itu kalian kehilangan 2 jam pelajaran, kadang-kadang kalau ditangani sama guru olahraga ya baris-berbaris di lapangan," tegas dia.

Dua orang siswa yang menjadi sasaran pemukulan menurut Irna, murni karena terlambat, untuk atribut kelengkapan seragam mereka seluruhnya lengkap.

Halaman
1234

Berita Terkini