Vitamin untuk menambah imunitas juga rutin dikonsumsi para petugas makam.
Proses penggalian makam juga sudah menggunakan alat berat. Tiap harinya ada belasan lubang yang digali sebagai persiapan pemakaman.
"Kalau pas awal kan kita agak panik, tapi sekarang sudah jauh lebih tenang karena kan sudah ikuti SOP," kata Wadi.
"Jadi kita disini anggapnya ibadah saja karena ini juga untuk kemanusiaan," sambung dia.
Sempat Dipojokkan
Wadi menceritakan, saat awal memakamkan jenazah protap Covid-19, ia mengaku sempat sedikit dipojokkan oleh para tetangganya.
Meski sebatas bercanda, para tetangga yang ditemuinya sempat takut bila berdekatan dengannya.
"Ya sempat digituin (dipojokkan) katanya jangan dekat saya karena takut saya bawa virus, tapi masih batas bercanda sih emang," ujarnya.
Namun, saat ini, dia merasa lebih percaya diri karena para petugas makam rutin dilakukan rapid test oleh Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat tiap 10 hari sekali.
"Sekarang kita rutin di rapid test setiap 10 hari. Dan alhamdulilah semuanya sehat," kata Wadi.
Diketahui, TPU Tegal Alur bersama TPU Pondok Ranggon menjadi tempat yang dipilih untuk memakamkan jenazah protap Covid-19 di Jakarta.
Proses pemakaman dilakukan dengan SOP ketat.
Tiap jenazah yang dimakamkan dimasukkan ke dalam peti dan dilapisi plastik.
• Bagas Kaffa Ungkap Jasa Besar Ratu Tisha Bagi Sepak Bola Indonesia
• 2 Oknum Anggota Polisi Dituntut Hukuman Mati Terkait Kasus Narkotika
• Terkejut Pengunduran Diri Ratu Tisha, Pembina Persija Ungkap Kriteria Sekjen Baru PSSI
Para petugas pun mengenakan APD dan disemprot disinfektan sebelum dan sesudah memakamkan.
Selama proses pemakaman pihak keluarga tak diperkenankan mendekat, mereka baru dipebolehkan mendekati pusara makam setelah pemakaman selesai.
Tentunya dengan menggunakan masker dan disemprot disinfektan.