Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Terungkap pemilik sidik jari yang menempel di pisau dapur yang diduga dipakai untuk menghabisi nyawa Editor Metro TV Yodi Prabowo.
Bukan itu saja, polisi berhasil mengungkap posisi pisau dapur bergagang berwarna cokelat yang ditemukan di dekat tubuh korban.
Tiga anak-anak yang sedang main layangan menemukan jasad Yodi Prabowo telungkup di pinggir Tol JORR yang bersisian dengan Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020) pagi.
Menurut polisi, Yodi Prabowo sudah meninggal beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Rabu (8/7/2020) dini hari atau dalam rentang waktu pukul 02.00-03.00 WIB.
Pada pukul 02.00 WIB itu motor Yodi Prabowo yang terparkir di depan warung bensin di pinggir Jalan Ulujami Raya, dipindahkan oleh petugas ronda ke dekat portal.
Setelah 11 hari penemuan jasad Yodi Prabowo, polisi memastikan pemilik sidik jari di pisau dapur yang menjadi barang bukti pada kasus ini.
• Mengira Bukan Siapa-siapa, Warga Kaget Lihat Reaksi Kekasih Yodi Prabowo saat Olah TKP
Pisau dapur itulah yang diduga digunakan untuk menusuk leher dan dada Yodi Prabowo.
"Hasilnya, ditemukan sidik jari korban dan juga DNA korban sendiri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2020).
Ia memastikan temuan itu berdasar hasil pemeriksaan oleh tim laboratorium forensik Polri.
Menurut Yusri, temuan ini sementara masih terus didalami. "Mudah-mudahan secepatnya akan kita sampaikan ya," beber dia.
Tempo hari berdasar hasil identifikasi di tempat kejadian perkara, polisi menemukan luka di dada kiri korban akibat senjata tajam.
Sehari berselang, jenazah Yodi Prabowo diautopsi. Tim medis menemukan luka lain di leher yang juga bekas senjata tajam.
Berdasar hasil autopsi tersebut, polisi menduga Yodi Prabowo korban pembunuhan.
• Jenazah Driver Ojol Meninggal Malam Jumat Dicuri dari Kubur, Tersisa Rambut, Tali Kafan dan Tulang
Berdasarkan hasil pemeriksaan secara forensik, tidak ada pemukulan dan tidak ada benda tumpul yang mengenai korban
Belakangan, Yusri mengungkapkan posisi pisau dapur saat ditemukan saksi mata berada di bawah tubuh Yodi Prabowo.
"Korban murni adanya tusukan dan sayatan di sekitar leher. Ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tambah Yusri.
Dalam cek ulang di TKP barang pribadi korban tidak ada yang hilang.
"Ada Satu barang bukti pisau yang ditemukan di TKP. Yang pada saat itu kondisi korban menurut keterangan saksi yang menemukan awal tertelungkup, di bawahnya itu ada pisau."
"Nah pisau ini kemudian diperiksa untuk dicek DNA dan sidik jari yang ada," Yusri menambahkan.
Jejak Rambut
Selain soal pisau dapur, polisi menemukan jejak rambut di dekat lokasi penemuan jasad Yodi Prabowo.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade mengatakan hasil laboratorium forensik, rambut tersebut bukan milik terduga pembunuh.
Rambut itu ternyata milik Yodi Prabowo yang terjatuh di sekitar lokasi. "Rambut itu punya korban," kata Tubagus pada Selasa (21/7/2020).
• Kasus Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo, Polisi Sudah Periksa 34 Saksi
Tubagus menegaskan ada sejumlah petunjuk lain yang bisa menjadi kunci untuk mengungkap kasus tersebut.
Namun, ia enggan merinci lebih jauh terkait petunjuk tersebut. "Ada gambaran, tapi nantilah belum saatnya," jelasnya.
Mantan Kapolres Karawang itu menambahkan, proses penyelidikan kasus itu terus berkembang dan meminta masyarakat bersabar.
"Gambaran sih pasti ada, karena kan penyelidikan terus maju dan berkembang. Tapi hasilnya? Belum. Nanti akan saya sampaikan hasilnya, belum sekarang," tutur dia.
Sampai saat ini polisi telah meminta keterangan 34 saksi dan 4 saksi terakhir diperiksa pada Senin (20/7/2020) sore.
Seperti diketahui, Senin kemarin memamg polisi sempat menggelar olah tempat kejadian perkara di Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan.
Mereka yang sempat hadir saat olah TKP di antaranya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP M Irwan Susanto.
Ada juga Kapolsek Pesanggrahan Kompol Rosiana Nurwidajati, Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan Iptu Fajrul Choir dan sejumlah anggota lainnya.
Tim lebih dulu melihat lokasi penemuan jasad Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR, lalu menyusuri Gang Batako hingga tepi Danau Cavalio.
Tim beranjak dan melanjutkan menapaki Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan sampai berhenti di sebuah warung milik Syahrul
• Sambil Angkat Telepon, Pria Misterius di Malam Yodi Prabowo Terbunuh Jawab Ini Ditanya Mau Kemana?
Lokasi jasad Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR ditemukan dengan Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan berjarak kurang lebih sekitar 1 kilometer.
Syahrul dan Elvin di antara 34 saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian.
Pada Rabu sekitar pukul 02.00 sampai pukul 03.00 WIB, yang diperkirakan waktu Yodi dibunuh, Syahrul dan Elvin melihat dua pria melintas di depan warung.
Pria pertama menggunakan setelan kantoran. Ia curiga, jarang-jarang ada orang jalan kaki di Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan dini hari.
"Dia pakai kemeja krem pendek, celana bahan warnanya kayak gitu (cokelat), terus pakai kacamata," terang Syahrul.
Seingatnya, pria tersebut bukan warga setempat dan tak pernah terlihat sebelumnya. Syahrul sempat menegur tapi si pria menjawab seadanya.
"Saya tahu dia orang asing, makanya saya tanya mau ke mana. Dia cuma bilang ke atas. Dia sambil terima telepon pakai tangan kiri," sambung dia.
• Polisi Klarifikasi Penyebab Kematian Editor Metro TV dan Pengakuan Pemilik Warung di Sekitar TKP
Selang 20 menit dari pria pertama, datang melintas pria kedua dari arah Danau Cavalio. Kali ini Syahrul dan Elvin tak menegur.
Mata keduanya tetap memperhatikan gerak-gerik pria yang tak terpantau mukanya karena memakai jaket kupluk warna hijau.
"Tapi, badannya sama. Agak gemuk terus tinggi," lanjut Syahrul.
Lepas 200 meter dari warung Syahrul, pria tersebut tak terpantau lagi kemana. Ia mengira kedua pria itu pencuri yang mengincar sepeda motor warga.
Dua hari kemudian, berita penemuan jasad Yodi di pinggir Tol JORR pada Jumat (10/7/2020) pagi sampai ke telinganya.
Hati Syahrul tidak tenang dan memutuskan melaporkan dua pria mencurigakan yang dilihatnya dini hari ke Ketua RW.
"Akhirnya hari Sabtu (11/7/2020) saya lapor ke Pak RW, baru habis itu ke Polsek (Pesanggrahan)," ujar dia.
Kepolisian telah membentuk tim khusus guna mengungkap misteri kematian Editor Metro TV itu.