Saat kamu memulai wawancara kerja dan sudah menghadapi user, cobalah bersikap tenang. Jika tenang, kamu dapat berpikir jernih.
Mencermati setiap pertanyaan user dan mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan baik.
Tetapi bila kamu gugup, semua jadi tidak fokus. Pikiran kamu nge-blank, sehingga tidak memperhatikan pertanyaan user.
Malu kan, kalau user harus mengulang pertanyaannya. Itu berarti kamu tidak menyimak dengan baik.
Ragamu di sana, tetapi pikiranmu melayang ke mana-mana. Walhasil, menjawab pertanyaanpun terbata-bata, tidak lancar.
6. Hindari gerakan yang tidak diperlukan
Wawancara kerja memang bikin grogi, tetapi jangan sampai perasaan tersebut mempengaruhimu.
Hindari membuat gerakan-gerakan yang dapat mengganggu pembicaraan. Misalnya menyenggol kaki kursi, menggaruk kepala, memainkan rambut, membenarkan pakaian atau makser, pandangan ke mana-mana, dan lainnya.
Jadi jaga sikap dan etikamu. Duduklah dengan sopan, postur tubuh tegak, jangan bicara bila tidak ditanya kecuali dipersilakan bertanya, hindari membual atau berbohong, gunakan kalimat yang baik, serta fokus atau tetap menjaga kontak mata ketika di wawancara.
7. Jangan tunjukkan pertentangan
Banyak cara dilakukan pewawancara untuk memancingmu.
Bahkan membuatmu skakmat. Atau merendahkan kemampuanmu untuk melihat seperti apa ekspresi wajahmu.
Dalam hal ini, sebaiknya jangan tunjukkan pertentangan dalam bentuk apapun, seperti beradu argumen. Ingin menunjukkan bahwa kamu benar, dan user salah atau sikap keras kepala.
Lebih baik tersenyum, tunjukkan raut wajah santai untuk menunjukkan kesan friendly meskipun sebenarnya kamu sudah tidak nyaman di ruangan tersebut.
Baca juga: GeNose Alat yang Bisa Deteksi Covid-19 Hanya Lewat Embusan Napas, Bagaimana Cara Kerjanya?
8. Tunjukkan kelebihanmu