Ia pun kini menjadi tahu, bahwa ternyata orang yang menyukai musiknya tak hanya berasal dari Indonesia saja.
"Terus terang aja, di zaman pandemi ini baru saya tau bahwa saya ternyata punya penggemar di tempat-tempat yang tadinya saya tak pernah pikir ada. Contohnya kayak Afrika Selatan, British, Kolombia, Kanada, Swedia, Norwegia, Rusia, China, dimana pun itu, ternyata mereka bisa (lihat)," kata Fariz.
"Yang istimewa lagi, bukan hanya orang Indonesia aja, tapi juga ada orang luar negeri (yang suka). Entah dia gak ngerti bahasanya, tapi dia bilang kalau musiknya bagus. Ini salah satu dampak yang akhirnya mempengaruhi banyak di karir saya," tuturnya.