TRIBUNJAKARTA.COM - Peta politik jelang Pemilu 2024 sepertinya kini sudah mulai memanas.
Hal itu seiring telah berlangsungnya tahapan pemilu 2024 yang dimulai 14 Juni 2022 lalu.
Manuver pertama terlihat dari langkah yang dilakukan partai NasDem.
Partai besutan Surya Paloh itu menggelar Rakernas di JCC selama tiga hari dari Rabu 15 Juni sampai Jumat 17 Juni 2022.
Dari hasil rakernas itu, muncul tiga nama capres yang bakal diusung NasDem pada pilpres 2024 mendatang.
Baca juga: 32 DPW NasDem Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres, Pengamat: NasDem butuh Anies, Anies butuh NasDem
Ketiga nama itu yakni Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Dari ketiga nama itu nantinya akan digodok lagi oleh Surya Paloh dan akan diumumkannya pada akhir 2022 mendatang.
Tapi setidaknya sudah tergambar siapa capres yang akan diusung NasDem untuk Pilpres 2024.
Gerindra dan PKB sepakat kerjasama
Sehari berselang, giliran Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang melakukan pertemuan politik.
Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat menjalin kerja sama jelang Pemilu Serentak 2024.
Pertemuan dilakukan di kediaman Ketum Gerindra, Prabowo Subianto di di Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6/2022).
Bahkan kerja sama langsung terbentuk usai pertemuan antara Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
"Demi kebangkitan Indonesia raya," kata Cak Imin sambil menjabat tangan Prabowo.
Baca juga: PKB-Gerindra Sepakat Koalisi demi Pilpres 2024, Cak Iimin Diam-Diam Intens Komunikasi dengan Prabowo
Sementara itu, Prabowo menyebut kerja sama antara keduanya itu merupakan bentuk tanggungjawab kenegaraan.
Pantauan Tribunnews.com, dengan kompak menggunakan kemeja bewarna putih, keduanya keluar sekira pukul 21.29 WIB.
Prabowo menyebut pertemuannya dengan Cak Imin kali bekerja sama dalam menghadapi Pemilu Serentak 2024.
"Kita melanjutkan pembicaraan-pembicaraan yang intensif tentunya kita semua sadar bahwa bangsa kita negara kita akan menghadapi proses politik menjelang 2024 Pilpres, Pileg dan diujungnya Pilkada," kata Prabowo kepada wartawan.
Menteri Pertahanan (Menhan) tersebut mengungkapkan sebagai pimpinan partai yang memiliki konstituen dan pengikut yang besar, keduanya merasa memiliki tanggungjawab besar yang harus dijalankan sebaik-baiknya.
"Dengan demikian komunikasi antara Gerindra dan PKB berjalan dengan intensif dan juga dengan partai-partai lain, tetapi alhamdulillah kita sudah mencapai titik-titik pertemuan, titik-titik kerjasama, titik-titik kesepakatan.
Dimana kita secara garis besar menyatakan keinginan kita masing-masing, untuk bersama-sama bekerja sama dengan erat untuk menghadapi tanggungjawab kenegaraan tersebut," ucapnya.