Pilpres 2024

Anies Baswedan Bakal Diusung Tiga Partai, Pilpres 2024 Mengarah Jadi 4 Pasangan Capres-Cawapres

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kotak Suara Pilpres 2024. Pencalonan Anies Baswedan sebagai presiden yang akan diusung tiga partai semakin menguat. Pilpres 2024 mengarah ke empat pasangan capres-cawapres.

Di gugus ketiga ada Golkar, PAN dan PPP dengan komposisi kursi 25.7 % .

Dan gugus keempat, ada Nasdem, Demokrat dan PKS yang santer akan berkoalisi dengan komposisi 28.3 % kursi.

"Untuk posisi capres, empat gugus ini secara tersirat sudah bisa diproyeksikan siapa nama capresnya. PDIP sepertinya sangat berhasrat untuk mengusung Puan Maharani. Kemudian KIB disebut-sebut akan menjadi skoci Ganjar Pranowo jika tidak dilirik PDIP. Kemudian Gerindra-PKB kemungkinan besar akan mengusung nama Prabowo Subianto. Sementara Nasdem, Demokrat, PKS akan menyorong nama Anies Baswedan."

Kolase Foto Logo Partai NasDem dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Kolase Foto TribunJakarta)

Pertanyaannya kemudian, apakah komposisi ini bisa berubah menjadi hanya tiga gugus atau bahkan dua gugus saja yang berimplikasi hanya menghasilkan tiga atau dua pasang capres/cawapres?

Menurut Abdul Hakim, komposisi di atas sangat mungkin terjadi perubahan.

Kemungkinan perubahan itu terlihat dari masih terusnya elit-elit parpol dalam menjajagi koalisi.

Baca juga: Anies Baswedan akan Resmikan Kampung Gembira Gembrong Sebelum Lengser

PDIP misalnya, yang saat ini sedang rajin melakukan safari politik ke elit parpol lain.

"Jika PDIP bisa menggaet satu teman koalisi atau lebih, maka empat gugus ini bisa terbongkar dan berupa bentuk menjadi 3 gugus atau bahkan 2 gugusan saja. Dan yang melakukan penjajagan koalisi ini tidak hanya PDIP saja. Gerindra, Golkar, PKB, PKS dan parpol lainnya juga masih intens melakukannya.," katanya.

Jadi empat gugus ini akan berubah bentuk menjadi 3 gugus atau bahkan hanya dua gugus saja, sangat mungkin terjadi.

Masih Belum Pasti

Kolase Foto Logo PKS dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Kolase Foto Tribun Jakarta)

Menurut Abdul Hakim, pertanyaan bukan siapa yang menjadi lawan Anies, namun parpol mana yang sudah definitif mencalonkan Anies?

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada satupun parpol yang secara formal sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden.

"Meski Nasdem, Demokrat, dan PKS disebut-sebut akan mendukungnya, namun hingga saat ini tiga parpol ini masih cukup sulit untuk mencapai titik kesepakatan dalam berkoalisi. PKS misalnya, yang masih terus bergerilya ke parpol lain untuk menjajagi kemungkinan-kemungkinan lainnya," ujarnya.

Lebih jauh, Abdul Hakim juga membedah lebih jauh siapa saja yang paling berpeluang jadi capres.

Halaman
123

Berita Terkini