"Setiap orang tidak bisa memilih dilahirkan dari suku atau ras mana, penghinaan terhadapnya berarti juga merupakan penghinaan terhadap Tuhan”, ujarnya.
Reaksi Manajemen PSM Makassar
Manajemen PSM Makassar sangat menyayangkan adanya rasisme di media sosial usai pertandingan PSM Makassar lawan Persija.
"Tentu kami menyayangkan ada rasisme di media sosial yang ditujukan pemain klub manapun, termasuk PSM Makassar," kata Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, Selasa (4/7/2023).
Menurut Sulaiman, kejadian yang melibatkan pemain di dalam lapangan saat pertandingan itu hal biasa dalam sepak bola.
Apalagi kalau tensi pertandingan tinggi. Akan tetapi, harus diingat itu hanya terjadi saat pertandingan 2x 45 menit.
Setelah pertandingan para pemain, staf pelatih dan ofisial kedua tim terlihat saling bersalaman, berpelukan bahkan saling bercanda.
"Ini yang tidak terlihat oleh oknum pelaku rasisme itu. Jadi dalam mengekspresikan dukungan ke klub idola, tidak perlu sampai melanggar norma-norma sportivitas," tutur pria akrab disapa Sule ini.
Baca juga: Rumor Persija Jaga Tradisi Bakal Gaet 2 Pemain Eropa, Sang Macan Mesti Rogoh Kocek Dalam-dalam
"Bagaimana pun pertandingan sudah selesai. Umpama ada rasa kecewa karena tim yang didukung tidak bisa menang, ya tidak elok kalau sampai dilampiaskan dengan cara rasisme ke pemain tim lawan," sambungnya.
Sule menyebut, rasisme kepada pemain PSM Makassar tidak akan membuat mereka melemah. Justru akan membuat mental mereka semakin kuat.
Pemain PSM Makassar yang menjadi sasaran rasisme adalah sosok yang profesional, dewasa dan kuat secara mental.
"Justru saya yakin ini akan menjadi motivasi bagi mereka untuk membuktikan diri bahwa mereka adalah sosok juara," sebutnya.
Kutuk Tindakan Rasis
Ketua Presidium Nasional Suporter Sepakbola Indonesia (PN-SSI), Uki Nugraha mengutuk tindak rasis dalam sepak bola.
"Saya sebagai Ketua Presidium Nasional Suporter Sepakbola seluruh Indonesia mengutuk keras tindak rasis. Sepak bola harusnya untuk persaudaraan dan kehidupan," katanya.