Menurutnya, publik harus dewasa dengan tidak langsung mengecap dari satu kelompok suporter.
Terlebih akun media sosial pelaku penyerangan kini sudah menghilang.
"Kita harus dewasa melihat ini. itu adalah oknum tidak jelas suporter dari mana. Bukan saya menilai kelompok siapa, itu belum ada jaminan dari kelompok suporter Persija," lanjutnya.
Baca juga: Bima Sakti Tak Sendiri, Sosok Penting Ini Bakal Ikut Kawal Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2023
Meski begitu, pria akrab disapa Daeng Uki ini menilai aksi rasis tidak boleh didiamkan.
Pengusutan oknum rasis tersebut menurutnya perlu dilakukan dengan serius. Komunikasi pun dibangun bersama kelompok suporter The JakMania.
"Kita lagi komunikasi teman The Jak mencari tau siapa dalang, siapa provokator," ucapnya.
Terpisah, Ketua JakMania Outsider Celebes (JOC), Amat juga menentang terjadinya rasisme. Menurut dia, tidak ada ruang untuk pelaku rasisme dalam sepak bola.
"Psywar sebelum dan selama pertandingan berlangsung itu hal yg wajar selama masih dalam batasnya. Namun, tidak ada panggung sedikit pun untuk orang-orang yang berlaku rasis," tandasnya. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Apa Sanksi Pelaku Rasisme di Sepakbola? Tiga Pemain PSM Makassar Kini Jadi Korban Usai Lawan Persija dan di Kompas.com dengan judul "Usai Jadi Korban Tindakan Rasialis, Tiga Pemain PSM Tempuh Jalur Hukum"
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News