Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Viral di media sosial tiang monorel yang berada di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan bakal segera dibongkar.
Dalam postingan yang diunggah akun instagram @jktinfo dijelaskan bahwa tiang yang berada di antara jalur cepat dan lambat tersebut bakal dibongkar untuk perluasan jalan.
Pembongkaran tiang proyek mangkrak monorel itu disebut-sebut bakal dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Terkait hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono membantah bakal melakukan pembongkaran tiang monorel.
Orang nomor satu di DKI Jakarta bahkan mengaku tak tahu terkait rencana pembongkaran tersebut.
“Info dari mana itu? Saya malah baru tahu ketika baca info dari teman-teman media. Saya belum kepikiran sampai ke situ,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Senin (3/6/2024).
Sama seperti Heru Budi, Sekretaris Daerah (Sekda) Joko Agus Setyono mengaku belum mengetahui terkait rencana pembongkaran tiang monorel tersebut.
“Dari berita dari mana tuh? Saya sendiri enggak tahu,” kata Joko Agus.
Eks Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali ini pun menegaskan belum ada rencana pembongkaran tiang monorel dalam waktu dekat ini.
“Belum (akan dibongkar). Saya juga belum tahu ada rencana itu,” tuturnya.
Sebagai informasi, tiang-tiang yang berada di sepanjang Jalan Rasuna Said tersebut merupakan saksi bisu gagalnya proyek pembangunan infrastruktur transportasi umum di Jakarta.
Adapun pembangunan proyek monorel dimulai sejak 2004 dengan dua jalur, yaitu jalur hijau (green line) dan jalur biru (blue line).
Untuk jalur hijau direncanakan memiliki pnjang lintasan 14,3 kilometer yang dimulai dari kawasan Casablanca, kemudian melewati kawasan Hotel Gran Melia, Satria Mandala, Kusuma Chandra, Polda Metro Jaya, Bursa Efek Jakarta (BEJ), Gelora Bung Karno, Plaza Senayan, JHCC, gedung MPR/DPR, Taman Ria Senayan, Pejompongan, Karet, Sudirman, Setiabudi Utara, Kuningan, Taman Rasuna, dan kembali ke Stasiun Casablanca.
Kemudian untuk jalur biru memiliki panjang lintasan 12,7 kilometer yang dimulai dari Kampung Melayu, Tebet, Menteng Dalam, Stasiun Casablanca, Ambasador, Stasiun Dharmala Sakti, Menara Batavia, Karet, kawasan Slipi, Cideng, dan berakhir di kawasan Roxy.