TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut berbagai tradisi yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi di Indonesia.
Tradisi yang digelar tentunya sesuai dengan adat dan budaya daerah masing-masing, namun tujuan dari tradisi tersebut tidak lain adalah memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi 2024 tinggal beberapa hari lagi.
Maulid Nabi merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.
Pada tahun ini, Maulid Nabi diperkirakan jatuh pada Minggu, (15/9/2024).
Maulid Nabi ini dirayakan oleh semua umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Bentuk peringatan Maulid Nabi biasanya disesuaikan dengan tradisi daerah masing-masing.
Di Indonesia sendiri, selain menggelar pengajian terdapat rangkaian acara Maulid Nabi yang diperindah dengan budaya daerah seperyo, keluarnya Gamelan Sekati Keraton Yogyakarta, tradisi Walima, dan lain sebagainya.
Lantas, tradisi Maulid apa saja yang ada di Indonesia?
Tadisi Peringatan Maulid Nabi
Berikut ini beberapa bentuk perayaan Maulid Nabi 2024 di beberapa daerah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Sekaten
Dikutip dari Kompas.com, tradisi Sekaten berasal dari kata Syahadatain.
Sekarang tradisi ini biasa digelar di Keraton Surakarta dan Yogyakarta saat momen Maulid Nabi.
Gelaran tradisi Sekaten ini sudah ada sejak Kerajaan Demak pada abad ke-15 Masehi.
Di saat itu, pihak Keraton Demak memainkan gamelan tepat dengan peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Baca tanpa iklan