Serangan Monyet Liar, Tangis Balita di Bekasi Terluka Parah Terima 26 Jahitan
Serangan monyet liar membuat balita di Bekasi harus menerima 26 jahitan di bagian punggungnya. Simak pengakuan bibi korban, Uut, Kamis (12/3/2026).
Ringkasan Berita:
- Seorang balita berusia dua tahun di Perumahan Bali Indah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mengalami luka parah setelah diserang monyet liar pada Selasa (10/3/2026),
- Koban harus mendapat 26 jahitan di bagian punggung.
- Menurut bibi korban Uut Supriati, balita tersebut keluar rumah dan bermain di teras sebelum tiba-tiba diserang monyet, hingga ditemukan dalam kondisi terluka dan berdarah.
TRIBUNJAKARTA.COM - Serangan monyet liar membuat balita berusia dua tahun harus menerima 26 jahitan di bagian punggungnya.
Monyet liar itu menyerang balita di Perumahan Bali Indah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi pada Selasa (10/3/2026).
Bibi korban, Uut Supriati (38) menyampaikan kronologi serangan monyet liar.
“Saya habis mandiin dia, ganti baju, terus saya tutup pintu. Saya bilang jangan keluar (teras) karena mainannya di luar. Ternyata pintunya dibuka sama dia, lalu dia duduk main mobil-mobilan di teras,” ujar Uut Supriati dikutip dari Wartakota pada Kamis (12/3/2026).
Tidak lama setelah itu, Uut mendengar tangisan keras dari luar rumah. Ketika ia keluar untuk memeriksa, ia menemukan keponakannya dalam kondisi terluka dengan darah mengalir di lantai.
“Saya lihat dia sudah miring. Pas saya pegang, ternyata ada darah di keramik. Lukanya di bagian belakang,” ungkapnya.
Korban harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Korban mengalami luka gigitan dan cakaran yang cukup parah di bagian punggung, sehingga dokter harus melakukan tindakan medis berupa 26 jahitan.
Menurut penuturan Uut, kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, sudah ada dua anak lain yang menjadi korban serangan monyet liar.
“Setahu saya ada tiga korban. Yang paling parah itu yang kedua, sampai luka besar di bagian kepala,” tambahnya.
Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar. Mereka khawatir serangan serupa akan kembali terjadi, terutama karena banyak anak kecil yang sering bermain di area perumahan.
Warga juga mengaku terkejut dengan kemunculan monyet liar tersebut karena sebelumnya tidak pernah ada monyet yang terlihat di kawasan tersebut.
“Di sini sebelumnya tidak pernah ada monyet. Baru kali ini saja,” ujar Uut.
Warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk menangkap monyet liar tersebut agar tidak lagi membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak.