Viral di Media Sosial

Netizen Facebook Ngeluh Dikasih Obat Mata Padahal Sesak Napas, Puskesmas Tarumajaya Beberkan Data

Akun Facebook bernama Amel Fitria menulis status soal keluhannya terhadap pelayanan Puskesmas Tarumajaya. Pihak puskesmas buka suara!

Tayang:
Freepik
Ilustrasi Facebook - Akun Facebook bernama Amel Fitria menulis status soal keluhannya terhadap pelayanan Puskesmas Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.  Pihak Puskesmas Tarumajaya buka suara. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Akun Facebook bernama Amel Fitria menulis status soal keluhannya terhadap pelayanan Puskesmas Tarumajaya, Kabupaten Bekasi

Ia mengaku menerima penanganan yang tidak sesuai dengan keluhan yang dialaminya. 

Akun Facebook, Amel Fitria menyatakan bahwa dirinya berobat karena mengalami sesak napas, namun justru diberikan obat mata. 

Selain itu, ia juga menuding tenaga medis melakukan pemeriksaan dengan bantuan mesin pencari internet. 

“Sakitnya nyesek yang dikasih kok malah obat mata, gimana judulnya? Udah gitu namanya dokter meriksa yang bener, inimah periksa malah pake Google seolah dokternya gak berpendidikan,” tulis pemilik akun Facebook tersebut. 

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan puskesmas dan menyatakan keinginan untuk menempuh jalur hukum. 

“Saya kecewa dengan Puskesmas Tarumajaya, saya mau tuntut, paham!!” tulisnya. 

Puskesmas Buka Suara

Menanggapi unggahan yang viral tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Tarumajaya, Salim Jindan, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap akun Facebook yang bersangkutan serta pengecekan data rekam medis pasien. 

Namun, hasil penelusuran tidak menemukan data pasien dengan nama tersebut. 

“Ternyata dari beberapa tahun lalu sampai sekarang tidak ada namanya pasien Amel Fitria tercatat di rekam medik,” ujar Salim saat ditemui Kompas.com, Rabu (15/4/2026). 

Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. 

“Dia tidak pernah berobat ke sini, bagaimana dia bisa menyatakan pernah dikasih obat yang salah dan mengeluh sesak?” katanya. 

Salim menambahkan, apabila terdapat pasien atau masyarakat yang merasa tidak puas terhadap pelayanan kesehatan, pihak puskesmas telah menyediakan berbagai saluran pengaduan resmi. 

“Kami ada tim manajemen komplain dan interprofesi di sini. Kami juga ada hotline dan media sosial Puskesmas Tarumajaya untuk komplain pengaduan masyarakat. Dengan senang hati kalau ada permasalahan disampaikan,” ujarnya. 

Terkait tudingan bahwa tenaga kesehatan menggunakan Google saat melakukan pemeriksaan, Salim menjelaskan bahwa penggunaan komputer merupakan bagian dari sistem elektronik rekam medis (ERM) yang wajib diterapkan di fasilitas kesehatan. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved