Tabrakan Kereta di Bekasi

Usulan Menteri PPPA Gerbong Wanita Dipindah Jadi Sorotan: Ditolak Dirut PT KAI dan Dikritik Pengamat

Usulan Menteri PPPA memindahkan gerbong khusus wanita di rangkaian KRL tuai kontroversi. Dirut PT KAI hingga pengamat buka suara.

Tayang:
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
GERBONG WANITA DIPINDAH - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan perubahan penempatan gerbong khusus wanita pada rangkaian KRL. Foto diambil saat Arifah Fauzi ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2025). 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan perubahan penempatan gerbong khusus wanita pada rangkaian KRL.

Usulan itu disampaikan Arifah setelah peristiwa tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Arifah mengatakan, usulan tersebut sudah disampaikan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Selama ini, gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian kereta untuk menghindari penumpukan penumpang.

“Kalau tadi kami ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan dan belakang itu supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa gerbong perempuan ditempatkan di tengah,” ujar dia saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Arifah beralasan, perubahan gerbong khusus perempuan ini menjadi bagian tengah dinilai lebih aman, terutama dalam situasi darurat atau kecelakaan.

Dengan posisi tersebut, gerbong perempuan tidak berada di titik paling rawan saat terjadi kecelakaan.

Ia menjelaskan, gerbong bagian depan dan belakang dapat diisi penumpang laki-laki, sementara yang khusus perempuan berada di bagian tengah rangkaian.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya dikutip dari Tribunnews.com.

Meski demikian, usulan ini masih akan  dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

Dikritik Pengamat

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengkritisi usulan Menteri PPPA tersebut.

Ia menilai, pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah rangkaian kereta bukan solusi untuk meningkatkan keselamatan penumpang.

Menurutnya, persoalan mendasar justru terletak pada sistem keselamatan transportasi yang belum dibenahi secara menyeluruh.

Djoko menyebut, usulan yang disampaikan Menteri PPPA itu sama sekali tidak menyentuh akar persoalan keselamatan transportasi.

“Itu bukan solusi, saya tuh tunggu kata-kata lara menteri, gimana kita punya kurikulum tentang keselamatan bertransportasi. Itu yang penting, akar masalah ya di situ,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved