Berburu Thrifting Tak Lagi Bising di Pasar Baru, Langganan Artis tapi Harus Jago Nawar

- Sempat dilarang pada tahun 2013, penjualan barang impor bekas alias thrifting kini sudah kembali legal. Termasuk di Pasar Baru!

TRIBUNJAKARTA.COM/ Elga Hikari Putra
BERBURU THRIFTING - Suasana di lantai 3 Metro Atom Pasar Baru, Jakarta Pusat yang menjadi sentra penjualan barang thrifting. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Sempat dilarang pada tahun 2013, penjualan barang impor bekas alias thrifting kini sudah kembali legal.

Setidaknya dilihat dari kian menjamurnya tempat yang menjualan aneka barang thrifting.

Tak hanya di Pasar Senen yang memang dikenal sebagai surganya barang thrifting, tapi kini para pedagang yang membuka toko thrifting di pinggir jalan kian banyak ditemui di sejumlah wilayah.

Banyak Lokasi Thrifting Baru

Ada pula yang menjual thrifting di mal dengan kondisi barang yang lebih rapih dan bersih daripada di pasar.

Terlepas dari itu semua, salah satu lokasi favorit warga berburu barang thrifting yakni di Metro Atom Plaza Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Lokasinya dipusatkan di lantai 3 dan 4. Di sana, thrifting yang dijual mulai dari pakaian, celana, jaket, sepatu, topi hingga tas.

Harga Bervariasi

Seperti tempat berburu thrifting pada umumnya, pembeli harus pintar-pintar mengulik untuk bisa mendapatkan barang yang bagus dan harga sesuai di kantong.

Pasalnya, harga thrifting yang dijual di Metro Atom Plaza Pasar Baru ini bervariasi.

Jika dilihat dari harga yang dicantumkan terlihat mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 150 ribu.

Namun mereka selalu menuliskan "Harga Bervariasi" untuk produk yang dijualnya.

Banyak pula produk yang ditawarkan pedagang cukup tinggi, bahkan ada yang di atas Rp 500 ribu.

"Tadi pertama abangnya buka harga Rp 350 ribu, akhirnya saya nawar jadinya deal Rp 150 ribu," ujar Ramdan (31) yang berbelanja celana di salah satu toko Metro Atom Plaza, Jumat (17/10/2025) sore.

Tak Terlalu Ramai

Pantauan TribunJakarta.com saat berkunjung pada Jumat sore, suasana di lantai 3 dan 4 tak terlalu ramai pengunjung.

Hal itu membuat tidak terlalu agresifnya para pedagang dalam menawarkan barang dagangan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved