Dukung Program Prabowo, Pramono Anung Siapkan Lahan Baru Sekolah Rakyat di Jakarta
Pemprov DKI Jakarta pastikan akan siapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penyediaan lahan menjadi bentuk dukungan penuh Pemprov terhadap program nasional tersebut.
Sedangkan, pembangunan fisik sekolah akan dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Untuk sekolah rakyat, kami segera merapatkan dan memutuskan daerah-daerah yang bisa disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk lahannya. Pembangunannya sepenuhnya akan menggunakan dana dari APBN,” ucapnya, Jumat (24/10/2025) petang.
“Jika hal ini terwujud, maka ini menjadi bentuk kolaborasi yang sangat baik,” tambahnya menjelaskan
Selain menyiapkan lahan, Pemprov DKI juga berkomitmen memperkuat integrasi data antara pemerintah pusat dan daerah agar program bantuan serta pendidikan bisa tepat sasaran.
“Kami siap membuka seluruh data yang kami miliki. Banyak program di Jakarta seperti KJP, KJMU, hingga pemutihan ijazah bagi difabel dan lansia yang bisa disinergikan dengan pemerintah pusat. Kalau terintegrasi, hasilnya akan jauh lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari program strategis nasional Presiden Prabowo.
“Pemerintah DKI menyiapkan lahannya, dan desain bangunan sudah disiapkan oleh tim Presiden. Jika lahannya cocok, pembangunannya akan dibiayai menggunakan APBN,” kata Saifullah.
Asrama Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu
Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama (boarding school) yang menggabungkan pendidikan formal dengan pendidikan karakter, mulai dari kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, hingga keagamaan.
Program ini diperuntukkan bagi anak-anak miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan 2) yang berprestasi dan bersedia tinggal di asrama.
Di Jakarta, sudah ada tiga Sekolah Rakyat yang beroperasi:
SRMA 9 Jakarta Timur: 50 siswa SMA, 16 guru, 17 tenaga kependidikan
SRMP 6 Jakarta Timur: 70 siswa SMP, 12 guru, 3 tenaga kependidikan
SRMA 10 Jakarta Selatan: 100 siswa SMA, 17 guru, 3 tenaga kependidikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/PROGRAM-APAR-Gubernur-DKI-Jakarta-Pramono-Anung.jpg)