Revitalisasi Pasar Jaya Dikritik DPRD DKI, Kios Resmi Sepi Imbas Pasar Tumpah
Komisi C DPRD Jakarta menyoroti pelaksanaan Program Revitalisasi Pasar yang dijalankan Perumda Pasar Jaya, hal ini disampaikan saat rapat evaluasi.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Komisi C DPRD DKI Jakarta menyoroti pelaksanaan Program Revitalisasi Pasar yang dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya, hal ini disampaikan saat rapat evaluasi, Selasa (13/1/2026).
Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Isamial mengatakan, program tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar yang selama ini dikeluhkan para pedagang maupun masyarakat.
Salah satu persoalan yang disorot adalah masih maraknya fenomena pasar tumpah di sekitar area pasar. Kondisi ini dinilai merugikan pedagang yang telah resmi menyewa kios milik Pasar Jaya.
Menurut Ismail, keberadaan pasar tumpah berdampak langsung terhadap sepinya kios-kios di dalam area pasar.
Pedagang yang berjualan secara resmi menjadi kalah bersaing dengan pedagang yang berjualan di luar area pasar.
“Dampak pasar tumpah ini jelas, kios-kios di dalam pasar menjadi sepi,” ujar Ismail.
Tak hanya merugikan pedagang, pasar tumpah juga menimbulkan persoalan lain, seperti kemacetan lalu lintas dan terganggunya kenyamanan pengguna jalan di sekitar pasar.
Karena itu, Ismail menegaskan perlunya solusi konkret dari Perumda Pasar Jaya untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Artinya, di sini butuh keseriusan dari Perumda Pasar Jaya,” tegasnya.
Meski demikian, Ismail menegaskan pihaknya tetap mendukung Program Revitalisasi Pasar.
Namun, revitalisasi tersebut harus menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset pasar secara menyeluruh.
Politisi PKS itu menilai, revitalisasi pasar perlu diarahkan pada pengembangan konsep mixed use development, mengingat keterbatasan dan mahalnya lahan di Jakarta.
Konsep tersebut dinilai mampu mengoptimalkan aset-aset Pasar Jaya, khususnya pasar yang berada di lokasi strategis atau kawasan transit oriented development (TOD).
Dengan konsep mixed use development, pengembangan pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga dapat terintegrasi dengan perkantoran dan hunian dalam satu kawasan.
“Akan lebih optimal jika kemudian dilakukan konsep mixed use seperti itu,” pungkas Ismail.
Berita terkait
- Baca juga: Meriahkan HUT ke-497 Kota Jakarta Sekaligus Jaga Inflasi, Perumda Pasar Jaya Gelar Bazar UMKM
- Baca juga: Perumda Pasar Jaya Targetkan Perbaiki 36 Pasar Tradisional di Jakarta Selama 2024
- Baca juga: Pengelola Parkir Pasar Diduga Nunggak Setoran, Perumda Pasar Jaya Rugi Puluhan Miliar
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
Perumda Pasar Jaya
| Komisi C Semprot PD Pasar Jaya Soal Kesiapan Pengelolaan Sampah Setelah Bantargebang Dibatasi |
|
|---|
| Pasar Santa Direvitalisasi, Perumda Pasar Jaya Perkuat Daya Tarik Lewat Festival dan Komunitas |
|
|---|
| Pendapatan Tak Capai Target, DPRD DKI Soroti Kinerja Sarana Jaya dan Pasar Jaya |
|
|---|
| DPRD DKI Soroti Kinerja Sarana Jaya, Nilai Aset Tak Sebanding dengan Realisasi RKA |
|
|---|
| DPRD DKI Dorong Dharma Jaya Perluas Usaha, Tak Hanya Andalkan Pangan Bersubsidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Pasar-Jaya-di-ruang-kerja-Komisi-C-DPRD-DKI.jpg)