Jika Pilkada 2024 Digelar Lewat DPRD, Ridwan Kamil Jadi Gubernur Jakarta

Ridwan Kamil sedang menjabat Gubernur Jakarta hari ini, jika Pilkada 2024 digelar secara tak langsung atau dipilih lewat DPRD.

|
Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta
Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil menghadiri pesta rakyat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2024). Kini, Pilkada Jakarta 2024 sudah usai, Ridwan Kamil kalah, dan Pramono Anung terpilih menjadi Gubernur Jakarta. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ridwan Kamil sedang menjabat Gubernur Jakarta hari ini, jika Pilkada 2024 digelar secara tak langsung atau dipilih lewat DPRD.

Perandaian ini dianalisis Peneliti Politika Research and Consulting, Milki Amirus Sholeh saat menjadi narasumber di program Ruang Podcast Jakarta, tayang perdana di Youtube Channel @RuangJakartaPodcast dan @TribunJakarta, Selasa (20/1/2026).

Menurut Milki, masyarakat bisa belajar dari Pilkada Jakarta 2024 dalam melihat wacana yang tengah bergulir, yakni Pilkada lewat DPRD.

Seperti diketahui, Pilkada Jakarta dimenangkan Pramono Anung-Rano Karno, yang hanya diusung satu partai parlemen, yakni PDIP, dan didukung partai nonparlemen, Hanura.

Pramono-Rano sukses mengalahkan lawan terberatnya, pasangan Ridwan Kamil-Suswono, diusung koalisi jumbo, terdiri dari 10 partai parlemen (PKS, Gerindra, Golkar, NasDem, PKB, PAN, Demokrat, PSI, Perindo dan PPP) dan 5 partai nonparlemen (Partai Garuda, Gelora, PKN, PBB, dan Partai Prima).

Pasangan calon independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana menjadi calon dengan pemeroleh suara terkecil.

Total, Pramono-Rano meraih 2.183.239 suara (50,07 persen), Ridwan Kamil-Suswono meraih 1.718.160 suara (39,40 persen) dan Dharma-Kun meraih 459.230 suara (10,53 persen).

Secara dukungan kursi parlemen, Pramono-Rano hanya didukung PDIP yang memiliki 15 kursi hasil Pileg 2024. Sementara, Ridwan Kamil-Suswono, didukung 10 partai di DPRD yang memiliki 91 kursi.

MILKI AMIRUS
MILKI AMIRUS - Peneliti Politika Research and Consulting, Milki Amirus Sholeh saat menjadi narasumber di program Ruang Podcast Jakarta, tayang perdana di Youtube Channel @RuangJakartaPodcast dan @TribunJakarta, Selasa (20/1/2026).

"Pasti (Ridwan Kamil jadi Gubernur Jakarta), 50 persen plus 1 dong (dukungan di DPRD)," kata Milki membayangkan Pilkada Jakarta 2024 digelar lewat DPRD.

Milki setuju bahwa sistem Pilkada bisa membuat sosok yang terpilih berbeda.

Ridwan Kamil, kendati didukung koalisi besar, nyatanya bisa kalah dari Pramono yang hanya diusung partainya, PDIP, dalam sistem one man one vote.

"Ini kan menjadi overview yang beda kan, ini menjadi catatan baik kan," kata Milki.

Milki menjelaskan, Jakarta menjadi gambaran betapa partai politik tidak bisa mendikte kadernya sendiri, terlebih masyarakat luas, dalam memilih pemimpin.

Menurutnya, pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang didukung penuh Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM-Plus) konkret mendapat restu pemerintah pusat.

Presiden Prabowo Subianto yang baru terpilih, terang-terangan menyatakan dukungan kepada pasangan berpanggilan RIDO itu.

Begitu juga, Presiden ke-7 RI, Jokowi, yang jauh-jauh terbang ke Jakarta demi mengutarakan dukungan secara langsung.

Namun, karena tingkat literasi politik yang tinggi, endorse dua presiden sekalipun tak berpengaruh besar terhadap warga Jakarta.

"ini kan unik ya, ini kelihatan sekali restu pusatnya tinggi banget, restu jampe-jampe dari pusatnya itu tinggi sekali kepada Pak Riwan Kamil kemarin itu. Dan lupa bahwa masyarakat Jakarta itu, Pak, Tingkat literasi politiknya gila, Pak, tinggi. Mereka sedinamis itu di Jakarta."

"Kalau partai kekeh kadernya itu akan patuh pada pucuk pimpinan, kritiknya adalah Pilkada DKI Jakarta kemarin. Pemilihnya justru tidak ikut partainya."

"Pembelahan pendukung Anies (di Pilpres 2024) dengan PKB, kemudian Nasdem yang kemarin itu justru tidak ikut partainya."

"Nah, ini jadi catatan. Kalau ingin penguatan partai bisa dilakukan dengan pemilihan tidak langsung misalnya, catat ini baik-baik perkara di DKI Jakarta itu," paparnya.

Seperti diketahui, wacana Pilkada lewat DPRD sedang ramai digulirkan sebulan terakhir.

Pada awal Desember 2025 lalu, Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia mengutarakan wacana Pilkada lewat DPRD itu langsung di depan Presiden Prabowo Subianto. Setelahnya, partai lain mengutarakan sikapnya. Gerindra menyatakan mendukung wacana Pilkada tak langsung itu. NasDem, Demokrat, PKB hingga PAN juga manyatakan sejalan dengan wacana tersebut walaupun dengan sejumlah syarat.

Hanya PKS yang mengaku masih mengkaji dan PDIP yang terang-terangan menolak.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved