Influencer H Kecewa Siswa SMPN yang Diduga Lecehkan Putrinya Cuma Diskors 2 Hari
Sikap Disdik DKI Jakarta tangani kasus dugaan pelecehan siswi SMP di Jakarta Timur dipertanyakan. Ayah korban kecewa pelaku cuma diskors 2 hari.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Sikap Dinas Pendidikan DKI Jakarta dalam penanganan kasus dugaan perundungan dan pelecehan siswi SMPN berinisial C di Jakarta Timur dipertanyakan.
Pasalnya sejak orangtua korban melaporkan kasus dialami C ke pihak sekolah pada pekan lalu, anak-anak terduga pelaku hanya dikenakan sanksi skors selama dua hari.
Sementara C yang mengalami perundungan dan pelecehan seksual kini mengalami trauma, bahkan belum dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti biasa.
"Jadi mereka (pihak sekolah) hanya menghukum dua hari belajar di rumah, si cowok-cowok ini," kata H saat dikonfirmasi di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026).
Sanksi ini dinilai tidak sepadan dengan tindakan dilakukan, di mana pelaku menyebut C dengan kalimat Lontong Sate yang merupakan kepanjangan dari Lonte atau wanita tunasusila.
Kemudian dugaan bahwa pelaku berencana mengajak C untuk merayakan tahun baru 2026 dengan tujuan hendak membius, dan melakukan tindak pelecehan terhadap korban.
Terlebih dalam pertemuan tersebut pihak sekolah hanya menyampaikan permintaan maaf mewakili sejumlah orangtua terduga pelaku yang tidak dapat hadir secara langsung.
"Jadi kepala sekolah mewakili (menyampaikan) 'Saya mewakilin dari orang tua, meminta maaf bahwa gini, gini, gini' begitu," ujar H menirukan ucapan pihak sekolah saat pertemuan.
Selain tidak sepadan, sanksi yang diberikan dinilai justru menormalisasikan tindak perundungan dan pelecehan di lingkungan sekolah sebagaimana dalam kasus dialami C.
H menuturkan setelah pertemuan dia sempat berkomunikasi dengan pihak Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur, hasilnya bahwa keputusan sanksi untuk anak terduga pelaku akan ditinjau.
"Nanti kalau stop bullying ini udah biasa, ya udah. Akhirnya sudah biasa tuh nanti catcalling-catcalling di jalan, apa segala macam, pelecehan seksual di mana-mana, ya karena udah menormalisasi," tuturnya.
Atas kejadian dialami H rencananya dalam waktu dekat akan membuat laporan kasus dialami putrinya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) ke Polres Metro Jakarta Timur.
Sementara Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur wilayah II, Horale mengatakan pihaknya sudah mendapat informasi kasus dan kini masih melakukan pendalaman terkait.
"Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait," kata Horale.
Sebelumnya seorang siswi SMPN di wilayah Jakarta Timur menjadi korban dugaan perundungan dan pelecehan seksual dilakukan teman-temannya di sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-pelecehan-seksual-Seorang-wanita-pejalan-kaki.jpg)