Imlek Tanpa Bandeng Bikin ‘Pusing’, Cerita Sofiah soal Tradisi di Betawi Rawa Belong

Warga Betawi di kawasan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat punya tradisi khas setiap perayaan Imlek.

Tayang:
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra/Elga Hikari Putra
BERBURU BANDENG IMLEK - Sofiah, warga Betawi yang sedang berburu ikan bandeng di pedagang musiman yang berjualan di Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Bagi warga Betawi Rawa Belong, makan bandeng tiap Imlek merupakan tradisi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Warga Betawi di kawasan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat punya tradisi khas setiap perayaan Imlek.

Meski bukan keturunan Tionghoa, warga Betawi Rawa Belong memiliki tradisi menyantap ikan bandeng bersama keluarga besar di tiap momen Imlek.

Seperti yang diutarakan oleh Sofiah (60), warga Rawa Belong yang tengah berburu ikan bandeng.

Karenanya, tiap tahunnya di momen jelang Imlek, selalu ada pedagang musiman yang berjualan bandeng di Jalan Rawa Belong dan Jalan Sulaiman.

Menariknya, bandeng yang dijual di kawasan Rawa Belong ukurannya jumbo.

Menurut Sofiah, ada yang terasa kurang jika Imlek dilewati tanpa hidangan bandeng di meja makan.

“Tiap tahun memang makan bandeng kalau Imlek. Pusing kepala kalau enggak makan bandeng,” katanya saat ditemui TribunJakarta.com Jumat (13/2/2026).

Makan Bareng Keluarga

Dalam tradisi Betawi, bandeng biasanya dimasak dengan cara dipindang. 

Hidangan tersebut kemudian disantap bersama keluarga besar dalam suasana kebersamaan.

“Kalau orang Betawi itu biasanya bandeng dipindang. Makannya kalau bisa ngeriung, kita ngumpul sama saudara-saudara,” tuturnya.

Momen makan bandeng pun menjadi ajang silaturahmi. Setiap anggota keluarga biasanya turut membawa bandeng dari rumah masing-masing, lalu disantap bersama.

“Mereka juga pada bawa bandengnya, jadi nanti kita makan bareng,” ucap Haji Sofiah.

Ditambah Semur Jengkol

Tak hanya bandeng, hidangan khas lain seperti semur jengkol juga kerap melengkapi santapan.

“Apalagi kalau ada semur jengkolnya, lengkap dah tuh,” tambahnya.

Oleh karena itu, .eski harga ikan bandeng terkadang naik dan belum tentu cocok di kantong, ia tetap berusaha membelinya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved