Aksi Brutal Komplotan Matel di Daan Mogot Jakbar, Motor dan Tas Pengendara Dibawa Kabur
Aksi perampasan dan penganiayaan yang diduga dilakukan komplotan debt collector kembali terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ringkasan Berita:
- Seorang pengendara motor menjadi korban dugaan komplotan mata elang (debt collector) di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.
- Korban dipepet, dipukul, lalu didorong ke kali sebelum motornya dibawa kabur.
- Empat pelaku mengaku sebagai matel dan menuduh korban menunggak tiga bulan cicilan.
- Korban membantah dan mengaku baru membayar pada 28 Februari, namun tetap mengalami kekerasan dan kehilangan motor serta barang berharga.
TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Aksi perampasan dan penganiayaan yang diduga dilakukan komplotan mata elang (matel) atau debt collector kembali terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Kali ini, seorang pemotor mengaku menjadi korban setelah dipepet dan dirampas sepeda motornya di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026) sekira pukul 05.10 WIB.
Peristiwa tersebut diketahui usai dibagikan di media sosial.
Adapun peristiwa itu terjadi tepat di depan pabrik kaleng saat korban tengah melintas menuju arah Tangerang.
Dalam video yang beredar terlihat korban terduduk di pinggir jalan dengan pakaian basah dan kotor akibat tercebur ke kali.
Korban yang mengaku bekerja sebagai sekuriti di Bank BSI Cisoka, Tangerang, mengatakan dirinya tiba-tiba dipepet empat orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.
"Lagi jalan, tiba-tiba nyalip dua motor. Satu depan satu belakang. Saya hampir mau jatuh. Kunci saya ditarik," ujar korban dalam video yang dikutip, Rabu (4/3/2026).
Dituduh Tunggak 3 Bulan
Menurutnya, para pelaku mengaku sebagai matel dan menuduh dirinya menunggak cicilan kendaraan selama tiga bulan.
"Dia alasannya matel. Motor saya dibilang nggak bayar selama 3 bulan, padahal saya baru bayar kemarin tanggal 28," katanya.
Korban Dipukul
Korban mengaku sempat mencoba memberikan penjelasan. Namun, pelaku justru melakukan intimidasi dan kekerasan fisik.
Ia mengaku dipukul di bagian perut dan kemudian didorong hingga terjatuh ke kali di sisi Jalan Daan Mogot.
"Terus ditanya-tanya segala macam. Langsung saya dipukulin perut saya, dibuang ke kali situ, dijorokin, langsung saya mental ke kali," ungkapnya.
Motor Dibawa Kabur
Dalam kondisi tak berdaya, korban hanya bisa melihat para pelaku membawa kabur sepeda motornya beserta tas yang berisi barang-barang berharga.
"Motor dibawa kabur itu, sama tas saya, HP saya, dompet, apa segala macem ada di tas. HP, dompet isinya KTP, KTA saya GP maupun GM saya diambil. Di tas ada duit," jelasnya.