Banjir di Jakarta

20 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir, Ketinggian 70 Sentimeter

Sebanyak 20 RT yang tersebar pada 5 kelurahan dan 2 kecamatan di Jakarta Timur terdampak banjir luapan Kali Ciliwung pada Jumat (1/5/2026).

Tayang:
Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
Ilustrasi Banjir Jakarta - Banjir merendam sejumlah permukiman warga di Jakarta, salah satunya di Kampung Jati, Ciracas, Jakarta Timur, pada hari kedua Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026). Kondisi tersebut membuat warga terpaksa menunda kegiatan berlebaran. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sebanyak 20 RT yang tersebar pada lima kelurahan dan dua kecamatan di Jakarta Timur terdampak banjir luapan Kali Ciliwung pada Jumat (1/5/2026).

Kasatgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Korwil Jakarta Timur, Rangga Bima Setiawan mengatakan warga terdampak banjir dengan ketinggian berkisar 30-70 sentimeter.

Berdasarkan data hingga pukul 07.00 WIB, permukiman warga di RT 07 dan RT 05/RW 05 Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati terendam banjir dengan ketinggian 30 sentimeter.

"Di RT 03/RW 06, Kelurahan Cililitan ketinggian air 30 sentimeter. Kemudian di RT 02, RT 04, RT 15/RW 03 Kelurahan Cawang ketinggian air 40 sentimeter," kata Rangga, Jumat (1/5/2026).

Lalu di RT 09, RT 11/RW 05 dan RT 04, RT 08/RW 08 Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati terendam banjir luapan Kali Ciliwung dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter.

Sementara di RT 12/RW 11, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara terendam banjir dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter, dan RT 06/RW 07, Bidara Cina sekitar 50 sentimeter.

"Di RT 12, RT 13/RW 04, dan RT 10, RT 11/RW 05, serta di RT 13, RT 14, RT 15, RT 16/RW 08 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara ketinggian air 70 sentimeter," ujarnya.

Meski terdampak banjir tapi hingga kini belum ada warga di masing-masing RT yang mengungsi, mereka memilih bertahan di rumahnya masing-masing menanti banjir surut.

Rangga menuturkan banjir luapan Kali Ciliwung yang merendam permukiman warga dipicu intensitas hujan yang mengguyur Jakarta, dan debit air kiriman dari Depok serta Bogor.

"Penyebab (hujan) lokal dan kiriman," tuturnya.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved