May Day 2026

Nuansa Serba Merah, Buruh 'Gebrak' Long March di Depan DPR Sambil Bawa Replika Tikus dan Rudal

Massa buruh menggelar aksi dalam peringatan May Day di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026) siang.

Tayang:
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra/Elga Hikari Putra
MAY DAY 2026 - Massa buruh menggelar aksi dalam peringatan May Day di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026) siang. TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Massa buruh menggelar aksi dalam peringatan May Day di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026) siang.

Mereka long march dari pertigaan Senayan menuju depan DPR RI pada pukul 13.45 WIB sambil membawa sejumlah spanduk dan menggotong replika tikus koruptor dan replika rudal agar perang dihentikan.

Kubu ini berbeda dengan kelompok yang mengikuti perayaan Hari Buruh bersama Presiden Prabowo Subianto di Monas.

Adapun buruh di depan DPR RI mengatasnamakan kelompok Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).

Mayoritas massa buruh mengenakan atribut serba merah meski berasal dari berbaga serikat, di mana yang paling banyak adalah massa dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Selain buruh, ada pula elemen mahasiswa yang menggelar aksi dalam hari ini. 

MAY DAY. Massa buruh menggelars
MAY DAY - Massa buruh menggelar aksi dalam peringatan May Day di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026) siang. TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA

Salah satu orator dari perwakilan serikat buruh menegaskan aksi May Day 2026 yang mereka gelar merupakan gerakan akar rumput yang lahir dari keresahan buruh, tanpa ada campur tangan atau kepentingan pihak mana pun.

"(Aksi) Ini secara mandiri, gotong royong, kita biayai sendiri kawan-kawan," kata salah satu orator.

Mereka meminta DPR dan pemerintah melahirkan ketentuan yang berpihak kepada buruh demi menciptakan kepastian hukum, perlindungan jaminan sosial yang lebih baik, serta kehidupan yang layak dan bermartabat bagi kaum pekerja.

"Kita setiap 1 Mei menuntut perjuangan yang sama," ujar orator itu.

Adapun sejumlah tuntutan KASBI dalam May Day 2026 yakni mendesak pemerintah mencabut total UU Cipta Kerja dan merumuskan ulang aturan ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh. 

Menolak sistem kerja alih daya (outsourcing) dan kontrak (PKWT) yang dianggap merugikan pekerja.

Selain itu, menuntut reformasi sistem pengupahan dan menghilangkan disparitas upah agar pekerja mendapatkan upah layak. 

"Keterlibatan aktif serikat buruh dalam penyusunan regulasi ketenagakerjaan pasca putusan MK, seeta perlindungan dan kesejahteraan bagi guru, dosen, tenaga medis, serta penolakan terhadap kenaikan tarif ojek online," ujar orator.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved