May Day 2026
Hari Buruh 1 Mei, Ferdinand Hutahaean: Kapan Buruh Benar-Benar Sejahtera?
Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean, menyoroti persoalan kesejahteraan buruh Indonesia saat peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei.
TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, menyoroti persoalan kesejahteraan buruh Indonesia saat peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei.
Ia menilai, hingga kini buruh masih belum sepenuhnya merasakan kesejahteraan.
Padahal, setiap tahun isu kenaikan upah minimum selalu menjadi pembahasan utama.
"Satu Mei kita peringati sebagai Hari Buruh, dan hari ini kita memperingati Hari Buruh. Pertanyaannya yang selalu muncul di hati pikiran kita setiap tahun, setiap tahun, setiap tahun, kapan buruh akan sejahtera?" ujarnya dikutip dari Instagram Ferdinand pada Jumat (1/5/2026).
Menurut Ferdinand, kesejahteraan buruh tidak bisa semata-mata diukur dari besaran upah atau gaji bulanan.
Ia bahkan menilai sistem pengupahan yang ada saat ini belum mampu menjawab kebutuhan hidup buruh secara menyeluruh.
"Mungkin kah buruh sejahtera dengan pendapatan atau gaji setiap bulan dengan UMP dan UMR. Bagi saya, buruh akan jauh dari sejahtera dengan sistem pengupahan yang ada sekarang," katanya.
Ia juga menyoroti adanya dilema dalam sistem ekonomi.
Di satu sisi, kenaikan upah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan buruh, tapi di sisi lain hal itu berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa.
"Ketika gaji buruh akan dibuat tinggi, maka tentu harga produk akan tinggi juga. Dan akan menjadi masalah bagi kehidupan setiap hari," lanjutnya.
Untuk itu, Ferdinand menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan buruh.
Peran pemerintah tidak hanya melalui kebijakan upah, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas publik yang memadai.
Ia mendorong pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan khusus bagi buruh dan anak-anak mereka, layanan kesehatan, serta berbagai bentuk bantuan sosial yang dapat meringankan beban hidup.
"Pemerintah harus menyediakan sarana pendidikan khusus bagi para buruh dan anak-anaknya. Kesehatan khusus bagi buruh dan anak-anaknya, dan bantuan-bantuan khusus bagi buruh dan anak-anaknya," ucapnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
| Personel Gabungan yang Amankan Peringatan Hari Buruh di DPR Dilarang Bawa Senjata Api |
|
|---|
| Ikut Aksi Hari Buruh, Driver Ojol Perempuan Ini Keluhkan Potongan 40 Persen dan Angkat Isu Keamanan |
|
|---|
| Suara dari Kawasan Industri Cikarang: Purna dan Harapan Buruh di Tengah Ekonomi Sulit |
|
|---|
| Dari Sidoarjo ke Jakarta, Sueb Nginep di Jalan Demi Suara di May Day: Tak Ada PHK dan Sejahtera |
|
|---|
| 12 Ribu Buruh Jakut Konvoi ke Monas, Jalan Yos Sudarso Sempat Dipadati Iring-iringan Massa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/SOROTI-HARI-BURUH-Politikus-PDI-Perjuangan-1234.jpg)