Terminal Kampung Rambutan Mulai Pilah Sampah, Daun dan Sisa Makanan Diolah Jadi Kompos
Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur menerapkan pemilahan sampah guna mengurangi beban TPST Bantargebang, Bekasi.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur menerapkan pemilahan sampah guna mengurangi beban TPST Bantargebang, Bekasi.
Seluruh petugas hingga pegawai perusahaan otobus (PO) diminta memilah sampah sesuai jenisnya, yakni organik, anorganik, residu atau tidak dapat diolah, dan B3 atau limbah berbahaya.
Untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang tersebut, Terminal Kampung Rambutan melakukan pengolahan sampah organik seperti daun hingga sisa makanan menjadi kompos.
Sementara untuk jenis sampah anorganik seperti botol minuman plastik dan kardus, setelah dilakukan pemilihan akan dikumpulkan untuk selanjutnya dijual ataupun diolah menjadi kerajinan.
"Sesuai arahan bahwa sampah itu tidak semua dibuang, ya. Kita pilah dulu, ya hanya berapa persen yang kita buang," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, Rabu (20/5/2026).
Upaya dilakukan karena Terminal Kampung Rambutan setiap harinya melayani ratusan hingga ribuan penumpang bus AKAP, bahkan ribuan orang saat momen libur panjang.
Banyaknya jumlah penumpang bus AKAP rem mempengaruhi volume sampah di Terminal Kampung Rambutan, dan bila tidak tertangani dengan baik maka akan menumpuk.
Terlebih mulai Agustus 2026 mendatang TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu, sehingga upaya pemilahan dan pengolahan sampah jenis organik, anorganik perlu dilakukan.
"Daur ulang bisa menciptakan seperti dibuat kompos, ya. Di terminal kan banyak tanaman, pohon-pohon, nah untuk pupuknya kita gunakan kompos itu. Untuk memelihara tanaman," ujar Revi.
Terminal Kampung Rambutan sudah menyediakan tempat sampah khusus untuk membantu warga melakukan pemilahan sesuai jenisnya, baik organik, anorganik, dan residu.
Kemudian bekerja sama dengan Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Ciracas untuk memberikan edukasi terkait pengolahan sampah kepada seluruh petugas dan pegawai PO AKAP.
Diharapkan lewat upaya penataan dan pengolahan dilakukan tidak terjadi masalah terkait tumpukan sampah, dan seluruh volume sampah di Terminal Kampung Rambutan dapat tertangani.
"Harus sama-sama berkolaborasi dan berkoordinasi. Kami dari kecamatan siap memfasilitasi, baik sosialisasi maupun pembinaan teknis lebih lanjut," tutur Camat Ciracas, Panangaran Ritonga.
Berita Lainnya
Baca juga: Persija Punya Harga Diri! Allano dan Dony Masuk Nominasi Pemain Terbaik, Siap Tantang Bintang Persib
Baca juga: Apartemen di Jakarta Mulai Hemat Energi, Biaya Bisa Dipangkas hingga 30 Persen
Baca juga: Anggaran Kena Dampak Tekanan Ekonomi, Pengurangan DBH pada APBD 2027 Masih Berlanjut
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sampah-organik-rambutan.jpg)