Komisi D DPRD DKI Soroti Penanganan Sampah Jakarta, TPS 3R Baru Olah 146 Ton per Hari

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta penjelasan terkait evaluasi program pengolahan sampah di ibu kota.

Tayang:
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
TPS3 BELUM OPTIMAL - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui TPS3R. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penanganan sampah di DKI Jakarta dinilai masih menghadapi berbagai persoalan. Hal itu menjadi pembahasan dalam rapat kerja Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Rabu (20/5).

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta penjelasan terkait evaluasi program pengolahan sampah di ibu kota.

“Kondisi sampah di DKI Jakarta yang terkini,” ujar Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Menurut dia, pengolahan sampah di Jakarta masih perlu ditingkatkan. Karena itu, Komisi D ingin mengetahui strategi penanganan sampah dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Yuke menegaskan, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) di seluruh wilayah Jakarta perlu dilakukan. Selain itu, pengolahan sampah organik juga harus diperkuat.

“Itu juga masih penting,” kata Yuke.

Ia menjelaskan, sampah organik nantinya dapat diolah menjadi bubur SOD (sampah olahan dapur) sebelum masuk ke fasilitas pengolahan sampah skala besar.

Tak hanya itu, Komisi D DPRD DKI Jakarta juga menyoroti implementasi pemilahan sampah dari rumah tangga. 

Sebab, sistem pengangkutan hingga penampungan akhir sampah hasil pemilahan dinilai perlu mendapat perhatian berkelanjutan.

“Yang menjadi concern kita adalah, setelah dipilah, itu diangkutnya bagaimana?” ucap Yuke.
Menurut dia, persoalan tersebut berkaitan dengan rencana pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026.

“Kalau di Bantargebang sudah mulai tidak boleh untuk organikan. Jadi kita sudah harus mulai mengolah sampah organik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengakui fasilitas TPS 3R yang tersebar di 31 titik belum optimal dalam mengolah sampah.

Menurut Dudi, kapasitas pengolahan sampah di TPS 3R seharusnya mencapai 710 ton per hari. Namun, realisasinya saat ini masih jauh dari target.

“Saat ini ternyata baru (mengolah) 146 ton,” tandas Dudi.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved