30 Septictank Dibangun, Warga Cipinang Jaktim Tak Lagi Buang Tinja ke Kali

Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur membangun 30 septictank bagi 60 kepala keluarga (KK) terdiri dari 240 jiwa di RW 10.

Tayang:
Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TribunJakarta.com/Bima Putra/Bima Putra
PEMBANGUNAN SEPTIC TANK - Peresmian pembangunan septictank pada permukiman warga di RW 10 Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2026). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur membangun 30 septictank bagi 60 kepala keluarga (KK) terdiri dari 240 jiwa di RW 10.

Wakil Camat Pulogadung, Agus Purwanto mengatakan pembangunan septictank menyasar warga RW 10 Cipinang karena banyaknya warga yang belum memiliki septiktank di rumahnya.

Berdasarkan data tercatat ada ratusan rumah warga di RW 10 Cipinang yang tidak memiliki septictank, sehingga selama ini mereka membuang limbah tinjanya ke aliran Kali Cipinang.

"Sekarang fokus kita di RW 10 dulu, karena di RW 10 ini rumah yang paling banyak jumlah (warga belum memiliki septictank), hampir 130-an," kata Agus di Jakarta Timur, Jumat (22/5/2026).

Pembangun septictank dilakukan dengan mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Antam, dan pelaksanaannya dikerjakan jajaran PPSU Kelurahan Cipinang.

Meski saat awal kegiatan warga menolak, tapi setelah diedukasi pentingnya fungsi septictank dan penjelasan bahwa pembangunan tak dipungut biaya akhirnya warga setuju.

Bahkan banyak warga RW 10 Cipinang yang tempat tinggalnya belum memiliki septictank, kini akhirnya mengajukan ke pihak kelurahan agar rumahnya dapat dibangun septictank.

"Targetnya sebentar lagi selesai, karena sudah 17 rumah, tinggal 13 rumah lagi. Paling tidak dua minggu selesai, karena pengerjaan maksimal empat hari," ujar Lurah Cipinang, Heidy Amelia Rangkuti.

Diharapkan dalam waktu dekat Kelurahan Cipinang dapat dinyatakan bebas dari kasus warga BAB sembarangan, menyusul kelurahan lain di Kecamatan Pulogadung yang lebih dulu dideklarasikan.

Pasalnya berdasarkan data tercatat ada 200 rumah warga di Kelurahan Cipinang yang belum septictank, namun untuk sementara pembangunan difokuskan pada permukiman RW 10 Cipinang.

Hal ini yang membuat CSR dari PT Antam pada RW 10 Kelurahan Cipinang menyasar program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), kolaborasi dengan Kelurahan Cipinang ini bakal terus berjalan.

"Memang di setiap kelurahan ada isu-isu tersendiri. Di sini belum deklarasi STBM. Ada baseline butuh untuk sanitasi," tutur CSR dan External Relation Biro Head Logam Mulia dan Geomin, Bagus Purbananda.

Menurut PT Antam kolaborasi dengan mekanisme CSR dalam pembangunan septictank ini sebelumnya juga sudah dilakukan di wilayah Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung.

Sementara Ketua RW 10 Cipinang, Endang Darmanto menuturkan warganya menyambut baik kegiatan karena bila harus membangun septictank mandiri banyak warga yang terbebani secara ekonomi.

"Warga kita edukasi pentingnya kesehatan dan sanitasi. Namanya buang tinja ke kali kan kalau (aliran) pas kering si tinja itu tentunya kan mengendap," tutur Endang.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved