Perajin Tempe Kampung Sunter Terdampak Dolar Menguat, Produksi Makin Mahal
Para perajin tempe mengaku khawatir karena kenaikan kurs dolar berdampak pada harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksi mereka.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Noyo mengatakan keuntungan yang diperoleh kini semakin menipis karena harga jual tempe tidak bisa dinaikkan secara sepihak.
Menurut dia, persaingan antarperajin yang cukup ketat membuat mereka harus mempertahankan harga jual agar pelanggan tidak beralih ke produsen lain.
"Kalau kita mau naikin harga susah, karena saingan banyak," katanya.
Meski menghadapi kenaikan biaya produksi, Noyo memastikan dirinya tidak mengurangi ukuran maupun takaran tempe yang dijual kepada konsumen.
Sebagai gantinya, ia memilih menerima keuntungan yang lebih kecil agar usahanya tetap berjalan.
Noyo menuturkan kondisi keuntungan yang menurun sudah dirasakan sejak harga plastik pembungkus mengalami kenaikan pada April 2026 lalu dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Meski demikian, ia bersyukur permintaan pasar terhadap tempe masih relatif stabil.
"Alhamdulillah masih bagus. Kalau permintaan pasar masih bagus," ucapnya.
Saat ini, Noyo mempekerjakan tiga orang karyawan untuk membantu proses produksi tempe setiap hari.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan harga kedelai impor agar para pelaku usaha kecil tidak semakin terbebani.
"Semoga bisa turun lagi seperti semula, biar usaha kami lancar lagi. Kalau seperti sekarang, orang kecil jadi susah," kata Noyo.
Berita terkait
- Baca juga: Curhat Pengrajin Tempe: Puluhan Tahun Usaha, Baru Kali Ini Harga Plastik Melejit Setara Gaji Pegawai
- Baca juga: Biaya Produksi Melonjak Bikin Pusing Pengrajin Tempe: Tak Berani Naikkan Harga Demi Pembeli
- Baca juga: Perjuangan Pasutri Penjual Tempe Demi Naik Haji: Nabung Rp10 Ribu Tiap Hari, Sabar Menunggu 14 Tahun
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Presiden Persija Yakin Macan Kemayoran Bisa Raih Gelar Juara Lebih Cepat saat Dilatih Shin Tae-yong |
|
|---|
| Dollar AS Tembus Rp18.200! Pakar Ungkap Dampaknya Harga Naik hingga Potensi PHK Meningkat |
|
|---|
| Temuan Wanita Tewas di Kamar Kos Tanjung Priok Jakarta Utara, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan |
|
|---|
| Patroli di Tanjung Priok, Brimob Polda Metro Jaya Temukan 3 Pria Bawa Sabu |
|
|---|
| Tengah Malam di Priok, Polisi Periksa Kendaraan dan Barang Bawaan Masuk Pelabuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/PERAJIN-TEMPE-Melemahnya-nilai-tukar-rupiah-terhadap.jpg)