Perajin Tempe Kampung Sunter Terdampak Dolar Menguat, Produksi Makin Mahal

Para perajin tempe mengaku khawatir karena kenaikan kurs dolar berdampak pada harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksi mereka.

Tayang:
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino/Gerald Leonardo Agustino
PERAJIN TEMPE - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan para pelaku usaha kecil di Kampung Tempe, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO).​ 

Noyo mengatakan keuntungan yang diperoleh kini semakin menipis karena harga jual tempe tidak bisa dinaikkan secara sepihak.

Menurut dia, persaingan antarperajin yang cukup ketat membuat mereka harus mempertahankan harga jual agar pelanggan tidak beralih ke produsen lain.

"Kalau kita mau naikin harga susah, karena saingan banyak," katanya.

Meski menghadapi kenaikan biaya produksi, Noyo memastikan dirinya tidak mengurangi ukuran maupun takaran tempe yang dijual kepada konsumen.

Sebagai gantinya, ia memilih menerima keuntungan yang lebih kecil agar usahanya tetap berjalan.

Noyo menuturkan kondisi keuntungan yang menurun sudah dirasakan sejak harga plastik pembungkus mengalami kenaikan pada April 2026 lalu dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Meski demikian, ia bersyukur permintaan pasar terhadap tempe masih relatif stabil.

"Alhamdulillah masih bagus. Kalau permintaan pasar masih bagus," ucapnya.

Saat ini, Noyo mempekerjakan tiga orang karyawan untuk membantu proses produksi tempe setiap hari.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan harga kedelai impor agar para pelaku usaha kecil tidak semakin terbebani.

"Semoga bisa turun lagi seperti semula, biar usaha kami lancar lagi. Kalau seperti sekarang, orang kecil jadi susah," kata Noyo.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved