Sisi Lain Metropolitan

Bagi Warga Muara Angke, Banjir Rob Bukan Bencana Lagi, Tapi Rutinitas Harian

Banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, bukan lagi dianggap sebagai bencana oleh sebagian warga.

Tayang: | Diperbarui:

Pada 2021, air sempat masuk hingga setinggi dada orang dewasa dan membuat aktivitas warga lumpuh selama dua hari dua malam.

"Itu sampai enggak bisa tidur dua hari dua malam," katanya.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, warga tetap berusaha menjalani kehidupan seperti biasa.

Sebagian mencari nafkah dengan mengupas kerang, sebagian lainnya melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Banjir rob yang datang hampir setiap hari tidak lagi menghentikan aktivitas mereka, melainkan menjadi kondisi yang harus dihadapi dan disiasati.

Elisa mengakui situasi saat ini sebenarnya lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu karena sejumlah jalan telah ditinggikan dan beberapa area sudah mengalami penataan.

Meski begitu, genangan masih tetap muncul terutama di kawasan yang berada paling dekat dengan laut.

Ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi masyarakat pesisir, terutama warga dengan keterbatasan ekonomi yang hidup di wilayah rawan banjir rob.

Menurut Elisa, bantuan dan program sosial seharusnya diberikan berdasarkan kondisi riil yang dialami warga di lapangan.

"Buat kami yang tinggal di sini, banjir itu sudah biasa. Mau enggak mau ya harus dijalani," ujarnya.

Kondisi yang dialami Elisa juga menggambarkan kehidupan sebagian warga RW 022 Pluit yang berada di kawasan pesisir Muara Angke.

Ketua RW 022 Pluit, Bani Sadar, mengatakan wilayahnya dihuni sekitar 1.800 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 12 RT.

Menurut Bani, sebagian besar warga di kawasan tersebut hidup dari sektor perikanan, baik sebagai nelayan tangkap, nelayan pemasaran hasil laut, maupun pengelola hasil tangkapan.

"Kalau masuk ke wilayah sini ada tulisan 'Anda memasuki pemukiman nelayan'. Memang mayoritas aktivitas ekonomi warga bertumpu pada sektor perikanan," kata Bani.

Meski demikian, tidak semua warga bekerja sebagai nelayan. Berbagai profesi lain tumbuh untuk mendukung kebutuhan masyarakat pesisir, mulai dari pedagang, pemilik warung hingga penyedia jasa.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved