Sisi Lain Metropolitan

Bagi Warga Muara Angke, Banjir Rob Bukan Bencana Lagi, Tapi Rutinitas Harian

Banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, bukan lagi dianggap sebagai bencana oleh sebagian warga.

Tayang: | Diperbarui:

Bani menuturkan banjir rob sebenarnya bukan fenomena baru bagi warga Muara Angke. Genangan air laut sudah dikenal warga sejak dekade 1980-an.

Frekuensi banjir yang terus berulang selama bertahun-tahun membuat masyarakat perlahan beradaptasi dengan kondisi tersebut.

"Bisa karena biasa. Karena seringnya terjadi banjir di wilayah RW 22, akhirnya warga terbiasa menghadapi fenomena banjir tadi," ujarnya.

Menurut dia, banjir rob bahkan ikut mengubah karakter permukiman warga.

Banyak rumah dibangun dengan pondasi setinggi 80 sentimeter hingga lebih dari satu meter untuk menghindari genangan. Sebagian warga juga membangun rumah panggung atau rumah bertingkat sebagai bentuk adaptasi terhadap ancaman rob.

"Kalau lihat rumah-rumah warga sekarang, pondasinya tinggi. Itu mencerminkan perubahan yang dilakukan warga karena kondisi banjir yang terus terjadi," katanya.

Selain mengubah bentuk rumah, warga juga mulai memahami pola kedatangan banjir berdasarkan musim.

Saat musim timur, air pasang biasanya datang pada pagi hingga siang hari. Sementara pada musim barat, rob lebih sering datang pada malam hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat.

Kondisi tersebut membuat warga harus selalu waspada dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan siklus pasang surut air laut.

Bani menyebut salah satu peristiwa rob paling parah yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir berlangsung pada Desember 2024 hingga Januari 2025.

Saat itu, air laut masuk ke permukiman menjelang subuh ketika warga sedang terlelap tidur.

"Banyak surat-surat berharga, kasur dan barang-barang warga yang terdampak. Untungnya tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Namun kondisi tersebut mulai berangsur membaik setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun tanggul mitigasi banjir di sejumlah titik kawasan pesisir Muara Angke pada 2025.

Menurut Bani, sebelum pembangunan tanggul, hampir seluruh wilayah RW 022 terdampak banjir rob. Kini sekitar 80 persen wilayah sudah lebih terlindungi dari genangan air laut.

Meski demikian, masih ada sekitar 20 persen wilayah yang tetap terdampak rob ketika air laut pasang dengan ketinggian tertentu.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved