Hati-hati, 5 Kebiasan Ini Bisa Picu Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal bisa menyerang gegara lima kebiasaan ini. Simak selengkapnya.

Tayang: | Diperbarui:
Shutterstock/crystal light
Ilustrasi kanker kolorektal. Kanker kolorektal adalah kanker keempat paling banyak terjadi di seluruh dunia. Kasusnya umum di kalangan lansia, tapi meningkat pada anak muda. (Shutterstock/crystal light) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kanker kolorektal bisa menyerang gegara lima kebiasaan ini.

Sebagai informasi, kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh di usus besar (kolon), rektum ataupun keduanya.

Kanker ini bisa juga disebut dengan kanker usus besar atau kanker rektum (dubur), namun tergantung pada lokasi awal terbentuknya kanker.

Dilansir dari Kompas.com yang merujuk Global Cancer Observatory (Globocan) 2022, kanker kolorektal menempati kanker keempat paling banyak terjadi di seluruh dunia.

Jumlah kasus baru kanker kolorektal di seluruh dunia yakni 35.676 dari 408.661.

Kemudian, penyakit ini menjadi penyebab kematian terkait kanker kelima paling banyak, yaitu 19.255 dari 242.988.

Konsultan Bedah Kolorektal Hospital Picaso Malaysia, Dokter Luqman Mazlan mengatakan ada lima kebiasaan yang bisa meningkatkan kanker kolokrektal.

Diantaranya banyak mengonsumsi makanan olahan, kurang makan sayur, gemar makan daging merah, kebiasaan hidup tak sehat, hingga tidak berolahraga.

Namun untuk di negaranya, kata dia, kanker ini lebih banyak dialami laki-laki.

"Di Malaysia, kanker kolorektal ini menjadi jenis kanker yang paling banyak dialami pria," jelasnya dalam grand launching Picaso Hospital.

Dokter Luqman menuturkan, penjelasan yang lugas sangat dibutuhkan dalam kasus ini. Tujuannya lantaran dapat membuat pasien merasa lebih yakin dan terarah.

Konsultan Bedah Kolorektal Hospital Picaso Malaysia, Dokter Luqman Mazlan kala menjelaskan kebiasaan yang picu kanker kolorektal. Foto bersama rekan di RS tersebut.
Konsultan Bedah Kolorektal Hospital Picaso Malaysia, Dokter Luqman Mazlan kala menjelaskan kebiasaan yang picu kanker kolorektal. Foto bersama rekan di RS tersebut. (Istimewa)

Sehingga selama ini ia lebih condong menggunakan laparoskopi 3D, program pemulihan cepat, hingga prosedur robotic guna memberikan hasil yang akurat dengan trauma minimal. 

BERITA TERKAIT

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved