Pengalaman Samsul Menjalani Hemodialisa Bukti Pelayanan Prima Program JKN
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah memasuki usia satu dekade perjalanannya.
TRIBUNJAKARTA.COM - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah memasuki usia satu dekade perjalanannya. Selama itu pula, Program JKN telah dirasakan manfaatnya oleh banyak kalangan masyarakat di Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan yang mudah, cepat dan setara. Hal ini tak lepas dari visi yang dicanangkan oleh BPJS Kesehatan yang fokus dalam mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas melalui transformasi mutu layanan.
Pelayanan prima Program JKN ini turut dirasakan oleh, Samsul Bahri (42), seorang wiraswata yang beralamati bilangan Ulujami, Jakarta Selatan. Ia pun membagikan ceritanya terkait dirinya yang rutin melakukan hemodialisa atau yang biasa dikenal dengan istilah cuci darah. Pria yang akrab disapa Samsul ini mengaku telah menjalani tindakan hemodialisa selama tiga tahun terakhir. Samsul pun mengatakan bahwa tindakan hemodialisa harus dijalaninya sebanyak dua kali dalam seminggu.
“Sudah sejak tahun 2021 saya menjalani prosedur hemodialisa. Sebelumnya saya memiliki gejala seperti mual, pusing disertai batuk yang berkepanjangan. Setelah itu saya berobat ke klinik awalnya. Namun setelah hampir berjalan satu minggu, gejala tersebut makin parah dan malah terdapat pembengkakan di beberapa area tubuh. Akhirnya saya memutuskan berobat ke RSUD dan mendapat rujukan ke RSUP Fatmawati. Saat melakukan pemeriksaan, saya didiagnosa gagal ginjal dan harus rutin menjalani hemodialisa,” ujar Samsul saat ditemui di RSUP Fatmawati pada Kamis (22/07).
Haemodialisa merupakan suatu prosedur medis yang berfungsi untuk menggantikan peran ginjal untuk menyaring darah dari sisa metabolisme, racun dan sebagainya pada tubuh. Hemodialisa juga memiliki tujuan untuk menyeimbangkan kadar mineral penting, seperti kalsium, kalium, dan natrium serta mengontrol tekanan darah. Indikator keberhasilan hemodialisa dapat dilihat ketika pasien merasakan peningkatan tingkat energi dan nafsu makan. Terapi ini biasanya dijalani oleh pasien yang didiagnosa mengidap gagal ginjal. Penyebab dari gagal ginjal antara lain, konsumsi bahan pangan yang memiliki pewarna sintetis, tersumbatnya saluran urin serta kerusakan langsung pada ginjal.
Melanjutkan ceritanya, Samsul menyampaikan bahwa selama melakukan pemeriksaan, kontrol hingga saat tindakan hemodialisa seluruhnya dijamin oleh program JKN. Samsul menambahkan bahwa pelayanan yang diberikan saat dirinya mendapat tindakan, baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit tidak terdapat perbedaan atau diskriminasi sama sekali. Baginya, hal ini menjadi nilai tambah bagi pelaksanaan program JKN di tengah maraknya kabar negatif terkait pelayanan yang diterima oleh masyarakat.
“Saya terdaftar sebagai peserta dengan segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran), jadi Alhamdulillah iurannya ditanggung oleh Pemerintah. Selama menjalani perawatan, saya tidak pernah menemui kesulitan yang berarti. Justru seiring berjalannya waktu saya merasakan berbagai kemudahan layanan yang diberikan, baik dari pihak Puskesmas dan juga Rumah Sakit. Contohnya, seperti perpanjangan surat pengantar untuk melakukan hemodialisa, itu akan diperpanjang secara otomatis oleh pihak Rumah Sakit, jadi sudah tidak perlu mengurus ke Puskesmas lagi. Hal ini sangat membantu bagi kami sehingga tidak perlu repot dalam urusan administratif,” tambah Samsul di tengah perbincangan.
Di akhir ceritanya, ia menyampaikan bahwa Program JKN telah sangat meringankan beban finansialnya, yang sebaliknya akan menjadi berat jika harus membayar biaya hemodialisa secara pribadi. Ia berharap BPJS Kesehatan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang telah dicapai, serta berinovasi untuk terus meningkatkan pelayanan bagi peserta. Samsul juga mengajak masyarakat yang belum bergabung kepesertaan JKN untuk segera mendaftar dan aktif dalam pembayaran iuran bulanan, guna memastikan manfaat optimal dari program ini. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh peserta, hal ini akan memaksimalkan langkah pemberian perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Samsul-Bahri-seorang-wiraswata-yang-beralamati-bilangan-Ulujami.jpg)