Viral di Media Sosial

Rocky Gerung Puji Setinggi Langit Gubernur Banten Tindak Kepsek SMAN 1 Cimarga: "Jangan Dibully"

Rocky memuji setinggi langit langkah Gubernur Banten, Andra Soni yang dianggapnya tegas sekaligus berpihak terhadap siswa. 

Tayang:
Kompas.com/Rizky Syahrial dan Kompas.com/Rasyid Ridho
PUJI GUBERNUR BANTEN - Pengamat politik, Rocky Gerung, memuji langkah Gubernur Banten, Andra Soni dalam menangani kasus penamparan yang diduga dilakukan Kepsek SMAN 1 Cimarga terhadap seorang siswanya karena ketahuan merokok. (Kompas.com/Rizky Syahrial dan Kompas.com/Rasyid Ridho). 

"Jadi, kadang kita terjebak ke dalam suasana, siswa merokok berarti kepala sekolah harus melakukan kekerasan fisik. Tidak, dia salah merokok, tetapi yang dibela oleh teman-temannya adalah hak si murid itu untuk tidak disiksa oleh si guru," jelasnya. 

Rocky juga mengingatkan bahwa amarah yang kadung tertumpah di masyarakat terhadap siswa tersebut sering kali membuat orang kehilangan akal sehat dalam berpikir. 

Menurutnya, sudah ada aturan sekolah yang akan memberikan hukuman terhadap siswa tersebut sehingga kekerasan tak perlu dilakukan. 

"Kemarahan massal bisa tanpa kelurusan berpikir lagi. Jadi, kita mesti tahu bahwa setiap tindakan yang sudah diatur di dalam peraturan sekolah ya jalankan aja mau dikeluarkan muridnya itu soal disiplin. Tapi, kekerasan tidak boleh ditunjukkan atau dipamerkan. Apalagi diperlihatkan secara kasar di depan teman-temannya," lanjutnya.  

Akhir kasus: saling memaafkan

Kepala SMAN 1 Cimarga, Lebak, nonaktif, Dini Fitria, dan salah satu siswanya yang sempat menjadi korban dugaan penamparan, sepakat saling memaafkan.

Keduanya dipertemukan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, di ruang kerjanya pada Rabu (15/10/2025).

Dini mengatakan, tindakannya menegur siswa yang merokok di sekolah dilakukan sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moral seorang guru.

“Tidak ada guru ingin menganiaya muridnya. Bahwa hari itu terjadi begitu saja, refleks, dan sebagaimana pun seorang guru kepada muridnya itu adalah bentuk kasih sayangnya,” kata Dini kepada wartawan di Serang, Rabu (15/10/2025).

Dini menjelaskan, guru hanya dapat membina dan mengawasi siswa di sekolah mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB, selebihnya menjadi tanggung jawab orangtua di rumah.

“Maka apa pun yang saya lihat itu adalah bentuk penyimpangan, saya harus ikut menegur,” ujarnya.

Akui kekhilafan

Dini mengakui ada kekhilafan dalam insiden tersebut.

“Hanya saja mungkin diwarnai dengan kekhilafan saja. Saya akui dan itu ibu minta maaf,” kata Dini sambil menatap siswanya yang duduk di sebelahnya.

Siswa tersebut kemudian membalas dengan permintaan maaf karena telah melanggar aturan sekolah.

“Maafin juga Bu. Saya sebenarnya salah merokok di sekolah, dan saya minta maaf ke Bu Dini,” ucap siswa itu.

Pertemuan antara keduanya menjadi akhir dari polemik yang sempat mencuat dan menuai perhatian publik di Banten.

Awal mula kasus

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved