Viral di Media Sosial

Senada dengan Rocky Gerung, Bro Ron Singgung Kasus di SMAN 1 Cimarga: Penampar Harus Dipecat!

Waketum PSI, Ronald A Sinaga atau Bro Ron mengungkapkan pendapat yang kontra terhadap tindakan kekerasan di SMAN 1 Cimarga.

Kompas.com/Fristin Intan Sulistyowati dan Kompas.com/Joy Andre T
KECAM KEKERASAN - Rocky Gerung dan Bro Ron sependapat menentang tindak kekerasan yang terjadi di SMAN 1 Cimarga, Banten. (Kompas.com/Fristin Intan Sulistyowati dan Kompas.com/Joy Andre T). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Senada dengan Rocky Gerung, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga atau akrab dikenal Bro Ron juga mengungkapkan pendapat yang kontra terhadap tindakan kekerasan di SMAN 1 Cimarga.

Bro Ron, yang pernah menempuh pendidikan SMP dan SMA di California itu mengatakan, tindakan kekerasan fisik di lingkungan pendidikan tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apapun. 

Ia menilai, guru atau kepala sekolah seharusnya menjadi teladan, bukan malah melakukan tindakan kekerasan terhadap siswanya. 

"Saya sekolah SMP dan SMA di California. Siswa yang nakal di sana lebih nakal dibanding di sini. Ada cara ampuh mengatasi tanpa kekerasan," kata Bro Ron seperti dikutip dari Instagramnya yang tayang pada Kamis (16/10/2025). 

"Pecat yang melakukan kekerasan di sekolah termasuk yang menampar dan mendukung penampar," tambahnya.

Siapapun yang melakukan kekerasan di sekolah semestinya dicopot dari jabatannya. 

"Saya mengambil posisi berbeda. Segala tindakan kekerasan fisik di sekolah tidak bisa ditoleransi. Anak didik yang bandel, ada kok cara atasinya. Kita aja yang lemah atau tidak tahu caranya. Yes, i'ts a heartache," katanya. 

Kekerasan bukan solusi

Pengamat politik, Rocky Gerung, juga menolak kekerasan di lingkungan sekolah yang dilakukan tenaga pengajar.

Menurut Rocky, tindakan kekerasan Dini terhadap siswa tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apapun meski siswa tersebut terbukti bersalah. 

Ia mengatakan persoalan utamanya bukan soal merokok, tetapi bagaimana sikap pihak sekolah dalam menegakkan kedisiplinan. 

"Ada aturan bahwa dilarang merokok, dilarang merokok ada sanksinya tuh, tetapi bukan itu masalahnya, masalahnya kemudian netizen mem-bully si murid. Korban didukung teman-temannya menganggap bahwa tindakan itu adalah tindakan yang tidak pedagogis. Kepsek tidak boleh melakukan kekerasan terhadap murid, kan berlaku prinsip, guru kencing berdiri, murid kencing berlari," kata Rocky dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official yang tayang pada Rabu (15/10/2025).

Tindakan kekerasan fisik terhadap siswa oleh kepala sekolah justru dapat memunculkan efek buruk terhadap wibawa pendidikan. 

Meskipun terbukti salah karena melanggar, murid juga memiliki hak untuk tidak diperlakukan secara semena-mena. 

"Jadi, kadang kita terjebak ke dalam suasana, siswa merokok berarti kepala sekolah harus melakukan kekerasan fisik. Tidak, dia salah merokok, tetapi yang dibela oleh teman-temannya adalah hak si murid itu untuk tidak disiksa oleh si guru," jelasnya. 

Rocky juga mengingatkan bahwa amarah yang kadung tertumpah di masyarakat terhadap siswa tersebut sering kali membuat orang kehilangan akal sehat dalam berpikir. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved