Tidak kapok, Hartono (48) berulang kali membobol rumah kosong. Ia mengguanakan sebuah alat saat beraksi masuki rumah kosong.
Fakta lain terungkap, bahwa Hartono yang ditangkap atas kasus pencurian rumah kosong di Depok ini ternyata adalah residivis kasus yang sama di Tegal.
Bukan baru sekali pelaku pencurian spesialis rumah kosong yang beraksi di Kota Depok, Hartono alias Tono (48), melakukan aksi kejahatannya.
Tanpa disadari, aksi pencurian yang Hartono lakukan ini terekam kamera pengawas. Korban pun melapor dan kepolisian bergerak cepat memburu Hartono.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, menjelaskan ihwal persoalan kenaikan tarif layanan di seluruh Puskemas yang ada di Kota Depok.
Lebih lanjut, Mary menjelaskan yang menjadi dasar kenaikan tarif puskesmas ini adalah karena saat ini Puskesmas sudah menjadi BLUD.
Yogi mengatakan pihaknya juga telah memeriksa sejumlah kamera pengawas CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Suwandi mengatakan, nantinya akan ada banyak fasilitas yang tersedia di Depok Open Space yang berada di depan kantor Wali Kota Depok M Idris.
Ia mengatakan Depok Open Space ini nantinya akan menjadi wadah untuk anak muda di Kota Depok berekspresi.
Kebakaran melanda bagian gudang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Depok di Kelurahan, Bakti Jaya, Sukmajaya.
Lembaga Survei Trust Indonesia merilis hasil survei terkait peta politik menuju Pilpres 2024 mendatang di Jawa Barat.
Tiga ekor domba milik Panti Asuhan Wisma Karya Bakti di Kelurahan Curug, Bojongsari, Kota Depok, raib digasak pencuri. Cuma sisakan isi perut.
Lebih lanjut Ibnu mengungkapkan, tiga domba yang dicuri itu berjenis merino, yang harganya cukup mahal di pasaran.
Setelah 30 menit berselang, korban pun keluar dari dalam rumah makan dan mendapati kaca mobil bagian kiri depan sudah pecah.
Warga di Cinere, Kota Depok, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad bayi tak berdosa.
Wali Kota Depok Mohammad Idris mengeluarkan surat edaran terkait peringatan Hut ke-78 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2023 mendatang.
Saat itu, Nirwan mengatakan pelaku sudah diamankan oleh pihaknya. Namun, karena diduga gangguan jiwa, pelaku diserahkan ke Dinas Sosial Kota Depok.
Nirwan mengatakan, pelaku pelemparan batu di Jalan Raya Margonda cukup sulit untuk diajak berkomunikasi, hingga pemeriksaan menjadi terhambat.
Ternyata eh ternyata pelaku pelemparan batu di Margonda Depok diduga gangguan jiwa.
teror pelemparan batu di Margonda Depok sudah sangat meresahkan, ternyata pelakunya bukan orang jauh, tinggalnya di gerobak,