Ramadan 2026

Pesan Ramadan Menag Nasaruddin Umar: Kedermawanan sebagai Manifestasi Iman

Target dalam menjalankan amaliah Ramadan ialah tertanamnya rasa keinginan untuk mencintai dan sekaligus mmeraktekkan sikap kedermawanan (futuwwah).

Editor: Wahyu Septiana

Para dermawan dalam kategori ini menganggap harta yang diberikan untuk kepentingan orang lain yang lebih butuh atau untuk kepentingan akhirat, lebih besar maknanya ketimbang harta yang disimpan untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga.

Al-Junaid mengatakan, futuwwah adalah menahan diri dari segala yang menyakiti orang lain dan memberi makanan kepada orang lain.  

Ada juga yang mengatakan futuwwah adalah mengikuti sunnah. Ada juga yang mengatakan, futuwwah adalah menampakkan kenikmatan dan menyembunyikan cobaan.

Ahamd bin Hambal mengatakan, futuwwah meninggalkan apa yang engkau inginkan demi yang engkau takuti.

Futuwwah adalah seorang pemuda yang punya musuh sebagai akibat tangguhnya kepada sebuah prinsip.

Ada juga yang mengatakan, futuwwah adalah seorang pemuda yang menghancurkan berhala besar, yaitu nafsunya sendiri.

Hal ini diambil dari firman Allah dalam Alquran: Mereka berkata:

"Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. (QS. Al-Anbiya’/21: 60). 

Ada yang mengatakan, sumber futuwwah adalah keimanan. Oleh karena itu, Allah menamai Ashab al-Kahf dengan “fityah” ketika mereka beriman kepada Tuhan mereka.

Hal ini ditegaskan dalam al-Qur’an:

Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. (Q.S. Al-Kahf/18:13).

Ada juga yang mengatakan, sesungguhnya mereka dinamakan “fityah”, karena mereka beriman kepada Allah tanpa perantara. Al-Junaid mengatakan, futuwwah dapat ditemukan di Syam, kefasihan bahasa di Irak, dan kejujuran di Khurasan.

Kemudian, ketahuilah bahwa kebebasan itu lebih mulia dari pada kejujuran, dan futuwwah lebih utama lagi dari pada keduanya (kebebasan dan kejujuran). Dan muru’ah merupakan bagian dari futuwwah.

Kedermawanan manifestasi dari iman.

Kedermawanan juga merupakan bagian dari kepribadian bangsa dengan berbagai bentuk aktualisasinya, seperti gotong royong, kesalehan sosial, silaturrahim, bakti sosial, saweran, amal jariyah, dan lain-lain.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved