Investasi Kripto

6 Hari Emas vs Kripto Saat Perang Timur Tengah: Siapa Lebih Tahan Guncangan?

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali menguji dua aset yang sering disebut sebagai save haven.

|
Kolase TribunJakarta
Ilustrasi emas dan Bitcoin 

TRIBUNJAKARTA.COM – Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali menguji dua aset yang sering disebut sebagai “safe haven” oleh investor global: emas dan kripto.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, investor biasanya mencari instrumen yang dianggap mampu menjaga nilai kekayaan saat pasar bergejolak. Selama puluhan tahun, emas menjadi pilihan utama. Namun dalam satu dekade terakhir, muncul pesaing baru yang kerap dijuluki “emas digital”, yakni Bitcoin.

Data pergerakan pasar selama periode 28 Februari hingga 5 Maret menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Berdasarkan grafik TradingView, harga emas USD 5.393 pada Sanin (2/3/2026), sempat turun sekitar 6,49 persen pada Selasa (3/3/2026) dan kini mulai stabil kembali di kisaran USD 5.100 per troy ounce.

Sementara itu, pasar kripto justru menunjukkan pola berbeda. Bitcoin dalam periode yang sama mencatat kenaikan sekitar 13,25 persen, bergerak dari area sekitar USD 63.000 menuju kisaran USD 71.000.

Aset kripto terbesar kedua, Ethereum, bahkan mencatat kenaikan lebih tinggi. Dalam rentang waktu yang sama, Ethereum naik sekitar 15,57 persen, bergerak dari kisaran USD 1.830 hingga sempat menyentuh area USD 2.120.

Jika dilihat secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global juga ikut meningkat. Total crypto market cap naik sekitar 10,73 persen, dari kisaran USD 2,17 triliun menjadi sekitar USD 2,38 triliun dalam periode konflik tersebut.

Mengutip Forbes, Kepala Riset 10X Research, Markus Thielen, mengatakan kepada Bloomberg pekan ini, para traders tidak menyangka konflik di Iran menjadi sebesar ini.

Hal itu membuat traders melirik Bitcoin yang harganya sedang murah, setidaknya jika dibandingkan dari 2024.

“Para traders umumnya tidak memperkirakan konflik Iran akan memiliki konsekuensi ekonomi negatif yang besar, dan permintaan untuk opsi beli Bitcoin yang berpotensi naik jelas meningkat dalam beberapa hari terakhir,” kata Markus.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved