Investasi Kripto
Meski Volatil, Analis Nilai Tren Kripto Masih Positif untuk Jangka Panjang
Pasar aset kripto masih dibayangi volatilitas di tengah ketidakpastian ekonomi global dan memanasnya tensi geopolitik.
TRIBUNJAKARTA.COM – Pasar aset kripto masih dibayangi volatilitas di tengah ketidakpastian ekonomi global dan memanasnya tensi geopolitik. Meski begitu, sejumlah analis menilai tren jangka panjang industri kripto masih menunjukkan prospek yang positif.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada Kamis (12/3/2026) pukul 12.43 WIB, harga Bitcoin tercatat naik tipis 0,11 persen dalam 24 jam terakhir ke level sekitar 69.533 dollar AS.
Sementara itu, Ethereum juga menguat sekitar 0,68 persen ke level 2.027 dollar AS. Berbeda dengan dua aset kripto terbesar tersebut, Solana justru mengalami pelemahan sekitar 0,83 persen dan berada di kisaran 85,15 dollar AS.
Meski pergerakan harian cenderung terbatas, kinerja pasar kripto sejak awal 2026 masih menunjukkan koreksi yang cukup dalam. Bitcoin tercatat turun sekitar 20,33 persen sejak awal tahun, sementara Ethereum terkoreksi hingga 31,5 persen dan Solana melemah sekitar 31,24 persen.
Analis dari Reku, Andri Fauzan, memprediksi tahun 2026 akan menjadi periode yang cukup volatil bagi pasar kripto.
Meski demikian, Andri menilai tren jangka panjang industri kripto masih berada dalam jalur yang positif seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain dan masuknya investor institusional ke pasar.
Ia memperkirakan harga Bitcoin berpotensi bergerak di kisaran 75.000 hingga 120.000 dollar AS dalam beberapa waktu ke depan, meski kemungkinan akan tetap disertai fase konsolidasi atau pullback dalam jangka pendek.
“Prediksi kami Bitcoin bisa berada di kisaran 75.000 sampai 120.000 dollar AS, meskipun dalam jangka pendek masih mungkin terjadi konsolidasi atau koreksi harga,” ujar Andri.
Co-founder CryptoWatch menilai kondisi tersebut menunjukkan pasar kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami reli yang cukup kuat.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang membuat sebagian investor cenderung mengambil sikap risk-off.
Analis dari Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, juga menilai pasar kripto masih berada dalam fase konsolidasi dan membutuhkan katalis baru untuk kembali bergerak lebih kuat.
Menurut Fyqieh, pergerakan Bitcoin saat ini merupakan fase penyesuaian setelah reli sebelumnya yang sempat mendorong harga mendekati level psikologis 70.000 dollar AS.
“Bitcoin sedang menyesuaikan diri setelah reli yang sempat mendorong harga mendekati level 70.000 dollar AS,” kata Fyqieh.
Ia menambahkan bahwa salah satu faktor yang sedang diperhatikan pelaku pasar adalah keberlanjutan arus dana ke produk ETF Bitcoin di Amerika Serikat.
Beberapa waktu lalu, ETF Bitcoin tercatat kembali mengalami arus masuk dana dengan nilai sekitar 167 juta dollar AS, yang dinilai dapat menjadi sinyal positif bagi pasar jika tren tersebut berlanjut.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Transaksi Kripto di Indonesia Melesu, Perang Dagang hingga Perang Senjata Sama-Sama Beri Dampak |
|
|---|
| 26 Hari Perang Timur Tengah: Emas Anjlok 15 Persen, Kripto Hijau |
|
|---|
| Ini Strategi Investasi Kripto yang Gak Pake Emosi, Tenang saat Harga Turun |
|
|---|
| Kripto Perkasa di Tengah Perang Timur Tengah, Harga BTC Cetak Rekor Tertinggi Sebulan |
|
|---|
| Hati-Hati! 6 Hal Ini Harus Dihindari saat Mulai Investasi Kripto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kripto-masih-dibayangi-volatilitas.jpg)