Alasan Harga Emas Turun dan Kripto Naik saat Perang AS-Israel Vs Iran

Pergerakan instrumen investasi emas dan kripto bergerak berbanding terbalik selama perang di Timur Tengah 26 hari terakhir.

Tayang:
Kolase TribunJakarta
Ilustrasi emas dan Bitcoin 

TRIBUNJAKARTA.COM - Selama 26 hari perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran pecah di Timur Tengah, pergerakan instrumen investasi emas dan kripto bergerak berbanding terbalik.

Sejumlah aset kripto hijau dan di sisi lain harga emas justru anjlok.

Berdasarkan data pergerakan harga dari 28 Februari hingga 25 Maret 2026, terlihat adanya perbedaan arah antara emas dan pasar kripto.

Antony Kusuma, Vice President Indodax, mengatakan, Bitcoin dengan segala keistimewaan sistemnya, membuatnya tangguh dalam situasi ketegangan geopolitik.

“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik,” kata Antony dalam siaran pers.

Mengutip Kontan, Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer berpendapat penurunan harga emas dipicu oleh aksi jual di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, yang menimbulkan kekhawatiran inflasi. 

Tekanan juga datang dari penguatan dolar AS dan meningkatnya keuntungan obligasi, sehingga emas menjadi kurang menarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil rutin.

Ketegangan di wilayah Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi akibat lonjakan harga energi, mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi ini, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kehilangan daya tarik, khususnya bagi investor institusional.

Meski Bitcoin menunjukkan ketahanan, pasar kripto tetap volatil dengan sentimen berhati-hati. Faktor makroekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan harga ke depan. 

Para investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko dan memahami dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan Harga Emas dan Kripto

Berdasarkan data pergerakan harga dari 28 Februari hingga 25 Maret 2026, terlihat adanya perbedaan arah antara emas dan pasar kripto.

Pada grafik emas (XAUUSD), harga justru menunjukkan tren penurunan selama periode konflik berlangsung.

Tercatat, emas mengalami koreksi sekitar 804 poin atau setara dengan penurunan 15,29 persen dalam rentang waktu tersebut.

Penurunan ini terlihat cukup konsisten, di mana harga emas bergerak melemah dari kisaran atas menuju level yang lebih rendah tanpa adanya pemulihan signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa emas tidak sepenuhnya berfungsi sebagai aset lindung nilai dalam kondisi perang kali ini.

Sementara itu, pergerakan aset kripto menunjukkan pola yang berbeda.

Bitcoin (BTC) tercatat mengalami kenaikan sekitar 4.248 poin atau setara dengan 6,27 persen dalam periode yang sama.

Kenaikan ini terjadi setelah Bitcoin sempat mengalami tekanan di awal konflik, sebelum akhirnya bergerak naik dan memasuki fase konsolidasi di area yang lebih tinggi.

Pergerakan serupa juga terlihat pada Ethereum (ETH).

ETH mengalami kenaikan sekitar 234 poin atau sebesar 11,92 persen, dengan pola pergerakan yang menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan di fase awal.

Selain itu, aset kripto lain seperti XRP juga menunjukkan penguatan, meskipun dalam skala yang lebih terbatas.

XRP tercatat naik sekitar 3,16 persen dalam periode tersebut, dengan pergerakan yang cenderung sideways namun stabil.

Jika dilihat secara keseluruhan, pergerakan pasar kripto menunjukkan adanya fase akumulasi setelah tekanan awal akibat sentimen geopolitik.

Berbeda dengan emas yang terus melemah, aset kripto justru mampu bertahan dan perlahan menguat.

Perbedaan ini mencerminkan karakter masing-masing instrumen dalam merespons ketidakpastian global.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved