TOPIK
Kasus Terorisme
-
Mereka yang mendapatkan dana kompensasi diantaranya korban aksi bom Thamrin, Kampung Melayu, dan penyerangan Mapolda Sumatera Utara (Sumut).
-
Informasi dari Ketua RT setempat, Awong Agusto, selama ini sosok Lud memang dikenal warga tertutup dan kurang bergaul.
-
Putusan itu disampaikan majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).
-
"Kami pelajari dulu seluruhnya, poin demi poin putusan, baru kami akan menentukan sikap dalam waktu satu sampai dua hari ke depan," kata Heri.
-
"Beliau ustad Zainal Anshori mengatakan biarkan saja, tidak usah mengajukan banding atas putusannya," kata Asludin.
-
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membekukan kelompok Jamaah Anshor Daulah (JAD) karena masuk kategori organisasi terlarang.
-
Majelis Hakim memutuskan untuk membekukan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD), di persidangan pembubaran JAD yang beragendakan pembacaan putusan.
-
Sebanyak 200 personel polisi diterjunkan agar sidang vonis pembubaran JAD lancar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
-
"Iya, tanahnya di situ ada bazar sembako sama baju yang dibuat. Bazarnya dari pagi sampai siang," kata Ketua RW 09 Kelurahan Sukamaju Samsudin.
-
Setelah mengetahui kabar itu, ibu LN mengaku sekitar tiga hari yang lalu melihat beberapa mobil di sekitar Giant jalan Tole Iskandar.
-
"Aku sih bodo amat sama tetangga-tetangga di sini nggak begitu kenal mau ngomong apa kita berpikir positif aja," ujarnya.
-
"Bukan, dia bukan pelatih, dia cuma sekuriti," ucap Y ditemui wartawan di rumah kontrakannya, Kamis (10/7/2018).
-
"Aku enggak tahu, aku pulang kerja tahu-tahu sampai rumah berantakan gitu ya. Semua barang dikeluarin, aku kaget. Densus nanya-nanya,"
-
"Mereka nemu satu buku ada kaitannya dengan apa namanya apa gitu ya, aku nggak ngerti," kata Y
-
Namun Y mengaku heran, jika benda-benda koleksi suaminya itu sampai dibawa dan dipermasalahkan serta dicurigai berkaitan dengan terorisme.
-
Itu lah kesulitan kami. Pemilik kontrakan sepertinya cuek saja. Padahal gunanya untuk menghindari hal seperti ini," katanya.
-
"Dari dalam rumah ada granat tangan, ada peluru-peluru kecil, ada busur sama anak panah," ujar Novi.
-
"Katanya sih yang di RT 04 ikut diamankan Densus 88, tapi saya enggak tahu persisnya," katanya.
-
"Dari dalam rumah ada granat tangan, ada peluru-peluru kecil, ada busur sama anak panah," kata Novi.
-
"Dia ini kerjanya pelatih satpam, pelatih teroris juga mungkin," kata Saiful saat dikonfirmasi, Senin (9/7/2018).
-
"Penggeledahan di Kemayoran. Ditangkap di Benhil Jakarta Pusat, rumahnya di sini digeledah, di Sukarmulia 7," kata Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful.
-
"Setelah lolos dari kejaran warga dia mengendarai sepedanya dan berhenti di Pegadaian Bangil. Selanjutnya sepeda ditinggal dan naik bus."
-
Dia menjelaskan, aktivitas AB ini tidak ada yang mencurigakan. Namun, dia memang sangat tertutup sekali di kalangan warga sekitar.
-
Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto angkat bicara terkait penangkapan tiga terduga teroris di Depok oleh personel Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
-
"Kami akan kikis paham radikalisme dan terorisme yang diajarkan orang tua mereka dulu," ujar Idrus.
-
Semua mata narapidana di Lapas Klas I Malang tertuju pada seorang pria memakai peci putih yang datang bersama Kalapas Farid Junaedi.
-
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, menyebut wilayahnya masuk zona merah terorisme.
-
Irjen Pol Nandang mengatakan, para pelaku mengaku bom tersebut rencananya akan diledakkan di kantor DPRD Riau dan DPR RI.
-
Sebanyak empat bom hasil rakitan tiga terduga teroris disita Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat menggeledah gelanggang mahasiswa FISIP Unri.
-
Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris yang tak lain alumni Universitas Riau pada Sabtu (2/6/2018) siang.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved