TOPIK
Surabaya Diteror Bom
-
Rumah kontrakan Tri Murtiono (50), yang mengajak keluarganya meledakkan diri di Polrestabes Surabaya, diduga kuat masih menyimpan bahan peledak.
-
Pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan bom yang meledak di Sidoarjo merupakan satu jaringan.
-
Orangtua Puji Kuswati, pelaku bom bunuh diri di Gereja GKI Diponegoro, Surabaya, Minggu (13/5/2018), tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur.
-
Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan masyarakat tidak takut, dan mampu bahu membahu mengatasi terorisme.
-
Selain menjadi aktivis gereja, mendiang dari Legita juga dikenal sebagai sosok yang ramah senyum juga periang.
-
Terduga teroris Anton Ferdiantono tewas karena bom yang dirakitnya meledak di kamar dan ikut menewaskan istri dan anak keduanya.
-
Teror bom di tiga gereja di Surabaya dan Polrestabes Surabaya yang melibatkan dua keluarga membuat heran Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
-
Dua hari berturut-turut Surabaya dan Sidoarjo diguncang teror bom dan sejumlah serangan melibatkan para pelaku yang memiliki hubungan keluarga.
-
Namun siapa sangka ada saja netizen yang salah fokus dengan bentuk tubuh Risma. Mengapa demikian? mari Kita simak!
-
Serangkaian serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/52018) menguak fakta memilukan.
-
Ia pun memberikan nasihat agar hendaknya hanya menyebarluaskan berita positif kepada sesama pengguna media sosial
-
Pernyataan sikap digelar Gerakan Warga Melawan Terorisme di Wahid Institute Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).
-
Pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya libatkan satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan tiga anaknya. Semuanya tewas kecuali anak ketiga.
-
Detik-detik sebelum peledakan bom bunuh diri satu keluarga di Polrestabes Surabaya, satu pelaku datangi rumah orangtua dan jemput putri bungsunya.
-
"Udah dari jam tujuh lebih parkir pindah ke sini," kata seorang juru parkir.
-
"Dua tahun lalu saya sudah sampaikan untuk berhati-hati dengan modus baru dengan melibatkan anak dibawah umur," kata Arist.
-
Menlu Boris menyatakan sikap itu pula melalui akun twitter resminya dengan menggunakan tagar atau hestek #KamiTidakTakut
-
Dirangkum TribunJakarta.com berikut sederet fakta kehidupan Dita dan keluarga, pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya.
-
"Dia juga yang membawa dua adiknya ke rumah sakit, sekarang mereka di Rumah Sakit Bhayangkara," kata Kombes Pol Frans Barung Mangera.
-
"Saya langsung angkat anak itu. Saya bopong, yang penting anak itu segera dibawa ke rumah sakit," aku Roni.
-
"Bom ini berjenis bom pipa dengan bahan peledak triacetone triperoxide (TATP) yang termasuk high explosive," jelas Tito.
-
Dalam peristiwa ini ada empat orang tewas. Ada empat polisi dan enam warga masyarakat menderita luka-luka.
-
"Stigma mereka saat ini, bapak masuk surga, anak juga harus masuk," kata Nasir saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/5/2018).
-
"Jadi, sangat tidak relevan jika publik mengkaitkan perilaku teror bom Surabaya dengan institusi Unair," tegasnya.
-
"Siaga 1 sampai tingkat Pos Polisi, dari Polsek, Polres, Polda. Memang untuk kepolisian disiagakan 1 oleh bapak Kapolda Metro," kata Argo.
-
"Jadi ada empat pelaku dan satu anak kecil. Empat pelaku tewas di lokasi sedang si anak selamat, sekarang dalam perawatan."
-
"Jadi terorisme bukan persoalan kemiskinan. Lihat saja pelaku bom bunuh diri di Surabaya bukan berasal dari kalangan masyarakat miskin," ujar Heru
-
"Percayalah, nggak ada, itu hoax," kata Setyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).
-
"Tadi saya sudah melihat instensif perawatannya, karena terus terang anak itu terlempar sekitar 3 meter ke atas kemudian jatuh lagi," kata Barung .
-
Hal itu diungkapkan Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (14/5/2018).